Pernah nggak sih kepikiran, kenapa hamburger namanya ada kata "ham" padahal isinya daging sapi, bukan daging babi? Atau kenapa hot dog disebut begitu, padahal jelas-jelas bukan olahan anjing? Nah, di balik nama-nama makanan yang kita santap sehari-hari, ternyata tersimpan cerita yang kadang lucu, kadang absurd, tapi selalu menarik untuk ditelusuri. Yuk, kita bongkar satu per satu asal-usul nama beberapa makanan terkenal dunia yang mungkin selama ini bikin kita salah paham.
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate β kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
Hamburger: Bukan Soal Daging, Tapi Soal Kota
Banyak orang mengira nama hamburger berasal dari kata "ham" yang berarti daging olahan tertentu. Padahal, faktanya jauh lebih sederhana. Nama ini diambil dari kota Hamburg di Jerman, tempat asal potongan daging cincang yang kemudian dibawa oleh imigran Jerman ke Amerika Serikat pada abad ke-19. Di Amerika, daging cincang ala Hamburg ini diolah ulang, diselipkan di antara roti, dan lahirlah hamburger seperti yang kita kenal sekarang.
Kabar baiknya buat kita di Indonesia, hamburger yang beredar di pasaran umumnya sudah menggunakan daging sapi atau ayam yang halal, jadi kita tetap bisa menikmati burger lezat tanpa was-was, asal pastikan tempat makannya sudah bersertifikat halal ya.
Hot Dog: Sosis yang Terinspirasi dari Anjing Dachshund
Nama hot dog memang agak menyeramkan kalau diterjemahkan mentah-mentah. Tapi tenang, ini bukan soal bahan bakunya, melainkan bentuknya. Sosis panjang yang diselipkan di roti ini bentuknya mirip anjing dachshund yang badannya panjang dan kaki pendek. Julukan "dachshund sausage" ini kemudian disingkat jadi "hot dog" oleh kartunis Amerika yang kesulitan mengeja nama anjing tersebut saat menggambar kartun. Untuk versi halalnya, di Indonesia hot dog biasanya dibuat dari sosis sapi atau ayam, jadi aman dikonsumsi.
Sandwich: Dari Meja Judi Seorang Bangsawan
Kalau makanan yang satu ini justru punya cerita yang cukup elegan. Nama sandwich diambil dari John Montagu, Earl of Sandwich ke-4, seorang bangsawan Inggris abad ke-18. Konon, beliau adalah pecandu judi kartu yang enggan meninggalkan meja permainan hanya untuk makan. Solusinya, ia meminta pelayan menyiapkan daging yang dijepit di antara dua potong roti, supaya bisa dimakan sambil tetap memegang kartu. Sejak itu, istilah "sandwich" melekat sebagai nama untuk hidangan roti berlapis apa pun.
Kentang Goreng "French Fries" yang Sebenarnya Bukan dari Prancis
Ini salah satu misteri kuliner yang masih diperdebatkan sampai sekarang. Banyak yang percaya kentang goreng renyah ini justru berasal dari Belgia, bukan Prancis. Konon, tentara Amerika yang bertugas di Belgia saat Perang Dunia I menyebut hidangan ini "French" karena penduduk setempat berbicara bahasa Prancis. Sejak itu, nama "French fries" melekat, meski asal-usul aslinya lebih condong ke Belgia.
Kalau di Indonesia, Nama Makanan Juga Nggak Kalah Unik
Cerita nama nyeleneh ternyata bukan monopoli makanan dari luar negeri. Di Indonesia, khususnya di Bandung dan sekitarnya, banyak juga nama jajanan yang punya asal-usul menarik.
- Batagor: singkatan dari "baso tahu goreng", nama yang lahir dari kebiasaan orang Sunda menyingkat istilah panjang jadi lebih praktis diucapkan.
- Cireng: kependekan dari "aci digoreng", menggambarkan bahan utamanya yang sederhana yaitu tepung aci atau tapioka.
- Seblak: konon berasal dari kata "nyeblak" dalam bahasa Sunda yang menggambarkan rasa pedas menampar di lidah.
- Cilok: singkatan dari "aci dicolok", merujuk pada cara makannya yang dulu ditusuk dengan lidi.
Menariknya, pola penamaan makanan Sunda ini punya benang merah yang sama dengan makanan dunia: seringkali nama lahir dari kebiasaan sehari-hari, bahasa lokal, atau bahkan kesalahpahaman yang akhirnya jadi baku dan diterima banyak orang.
Kenapa Cerita Nama Makanan Ini Penting Diketahui?
Selain seru untuk jadi obrolan ringan, memahami asal-usul nama makanan juga membuat kita lebih menghargai proses panjang di balik setiap hidangan yang kita santap. Ada sejarah, ada budaya, dan ada perjalanan panjang sebelum sebuah makanan sampai ke meja makan kita dengan nama yang kita kenal sekarang. Buat kamu yang suka masak di rumah, mengetahui cerita ini juga bisa jadi bahan cerita menarik saat menyajikan hidangan ke keluarga atau tamu.
Kalau kamu ingin praktik langsung, coba deh bikin versi halal dari hamburger atau hot dog di rumah menggunakan daging sapi giling atau sosis ayam berkualitas, lengkap dengan roti buatan sendiri. Selain lebih terjamin kehalalannya, rasanya pun bisa disesuaikan dengan selera keluarga.
Penutup: Nama Boleh Aneh, Rasa Tetap Nomor Satu
Dari Hamburg sampai Bandung, ternyata nama makanan memang punya jalan ceritanya masing-masing yang kadang bikin kita geleng-geleng kepala. Tapi satu hal yang pasti, seaneh apa pun namanya, yang terpenting tetap rasa dan kehalalan bahan yang kita konsumsi. Yuk, lain kali kalau makan hamburger, hot dog, atau batagor kesukaanmu, coba deh ceritakan asal-usul namanya ke teman atau keluarga. Selain nambah wawasan, obrolan makan jadi makin seru, kan?


