Setiap tahun tren kuliner berubah, dan pebisnis yang jeli bisa memanfaatkan tren ini untuk menghasilkan cuan. Di tahun 2026, ada beberapa kategori makanan yang permintaannya sangat tinggi dan sangat cocok untuk dijual dari rumah. Berikut 5 yang paling laris:
1. Makanan Sehat dan Meal Prep
Kesadaran masyarakat akan kesehatan terus meningkat. Produk seperti salad bowl, overnight oats, smoothie bowl pack, dan meal prep mingguan sangat diminati — terutama oleh pekerja kantoran dan anak gym. Keunggulan: harga jual tinggi (Rp 35-50 ribu per porsi), target market jelas, dan repeat order tinggi karena sifatnya kebutuhan harian.
2. Korean Food Homemade
Hallyu wave masih sangat kuat di Indonesia. Tteokbokki, kimbap, corndog, dan Korean fried chicken homemade laris manis di semua platform. Yang menarik, bahan-bahannya sebagian besar bisa dibeli lokal dan modalnya relatif murah. Tteokbokki misalnya — modal per porsi cuma Rp 5-8 ribu, jual Rp 20-25 ribu.
3. Frozen Food Premium
Frozen food bukan barang baru, tapi yang premium dan homemade makin dicari. Dimsum premium, gyoza isi seafood, beef patty homemade, atau pasta sauce frozen — semua ini punya market yang besar. Keunggulan bisnis frozen food: masa simpan lama, bisa diproduksi massal, dan bisa dikirim ke luar kota.
4. Dessert dan Kue Artisan
Burnt cheesecake, croissant cube, crookie (croissant cookie), dan dessert box premium masih sangat laris terutama untuk hampers dan hadiah. Tren 2026 mengarah ke dessert yang unik dan Instagrammable. Modal per item relatif rendah tapi harga jualnya bisa sangat tinggi — satu loyang burnt cheesecake modal Rp 40 ribu bisa dijual Rp 120-150 ribu.
5. Sambal dan Condiment Kemasan
Sambal matah, sambal ijo, chili oil, dan berbagai condiment kemasan makin populer. Orang mau beli sambal enak yang tinggal pakai tanpa ribet ngulek. Bisnis ini sangat scalable — bisa mulai kecil dan berkembang jadi brand nasional. Contoh sukses: banyak brand sambal rumahan yang sekarang sudah masuk supermarket dan Shopee Mall.
Kunci sukses di semua kategori ini sama: fokus di kualitas dan konsistensi rasa, kemasan yang menarik, dan pemasaran yang tepat sasaran. Pilih satu yang paling sesuai dengan skill dan passion kamu, lalu eksekusi dengan serius. Satu produk yang dikerjakan dengan fokus lebih baik dari sepuluh produk yang setengah-setengah.


