Berburu Jajanan Pasar Unik yang Nyaris Punah di Tiap Daerah

Berburu Jajanan Pasar Unik yang Nyaris Punah di Tiap Daerah

Oleh Admin • 18 Aug 2026 • 26 views

Pernah nggak sih, kamu tiba-tiba kangen sama jajanan yang dulu sering dibeli nenek di pasar pagi, tapi sekarang susah banget dicari? Bukan cuma kamu kok yang merasakannya. Di tengah gempuran kue kekinian yang seliweran di media sosial, banyak jajanan pasar tradisional dari berbagai penjuru Indonesia yang perlahan mulai menghilang. Bukan karena rasanya kalah enak, tapi karena regenerasi penjualnya makin sedikit dan generasi muda kurang mengenalnya. Yuk, kita telusuri beberapa jajanan pasar unik yang mulai langka ini, sebelum benar-benar hanya jadi cerita.

Kenapa Jajanan Pasar Tradisional Mulai Langka?

Sebelum masuk ke daftar jajanannya, penting untuk paham dulu kenapa fenomena ini terjadi. Beberapa alasan utamanya adalah:

  • Proses pembuatan yang rumit dan memakan waktu lama, sehingga generasi muda enggan meneruskan usaha keluarga.
  • Bahan baku tertentu yang makin sulit didapat atau harganya melambung.
  • Persaingan dengan jajanan modern yang lebih praktis dan mudah dipromosikan lewat media sosial.
  • Kurangnya dokumentasi resep asli, sehingga banyak yang hilang begitu penjualnya wafat atau pensiun.

Padahal, kalau ditelusuri, jajanan-jajanan ini menyimpan cerita panjang tentang budaya dan kearifan lokal setiap daerah.

Jajanan Pasar Langka dari Berbagai Daerah

1. Kue Rangi dari Betawi

Kue rangi adalah jajanan khas Betawi yang terbuat dari campuran tepung sagu dan kelapa parut, dipanggang di cetakan khusus mirip cetakan pukis, lalu disiram saus gula merah kental. Aromanya harum banget waktu dipanggang, apalagi kalau kelapanya masih segar. Sayangnya, penjual kue rangi keliling sudah jarang terlihat di Jakarta, tergantikan oleh jajanan kekinian yang lebih instan.

2. Growol dari Kulon Progo, Yogyakarta

Ini termasuk jajanan unik karena bahan dasarnya singkong yang difermentasi selama beberapa hari. Rasanya asam gurih dan teksturnya kenyal, biasa disantap sebagai pengganti nasi oleh masyarakat setempat pada masa lalu. Karena proses fermentasinya butuh kesabaran ekstra, growol kini hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional tertentu di Kulon Progo.

3. Kue Cucur Betawi Asli

Kue cucur memang masih bisa ditemukan di beberapa daerah, tapi versi otentik Betawi dengan tekstur tebal di tengah dan renyah di pinggir mulai langka. Kue ini dibuat dari campuran tepung beras dan gula merah, digoreng dalam minyak yang cukup banyak agar bentuknya mekar sempurna.

4. Wajik Ketan dari Klaten

Wajik ketan sebenarnya tersebar di banyak daerah Jawa, tapi versi khas Klaten punya cita rasa gula merah yang lebih pekat dan aroma daun pandan yang kuat. Proses memasaknya memakan waktu berjam-jam sambil terus diaduk agar tidak gosong, itulah sebabnya semakin sedikit orang yang mau membuatnya secara tradisional.

5. Es Lilin Bandrek dari Priangan

Kombinasi es lilin dengan rasa bandrek hangat mungkin terdengar aneh, tapi justru unik dan menyegarkan. Sayangnya, jajanan ini semakin sulit ditemukan karena kalah populer dibanding es krim kemasan pabrik yang lebih praktis dijual di warung-warung.

6. Kue Pancong Hijau dari Sunda

Berbeda dari kue pancong pada umumnya yang berwarna putih, versi Sunda ini menggunakan campuran daun suji sehingga warnanya hijau alami dan aromanya lebih wangi. Kue ini biasa dijajakan di pasar tradisional Bandung dan sekitarnya, namun penjualnya kini bisa dihitung jari.

Cara Sederhana Ikut Melestarikan Jajanan Pasar

Kabar baiknya, kita semua bisa ikut berperan supaya jajanan-jajanan ini tidak benar-benar punah. Beberapa langkah kecil yang bisa dilakukan:

  1. Rutin belanja ke pasar tradisional, meski hanya sesekali dalam seminggu. Setiap rupiah yang kita belanjakan adalah dukungan nyata bagi pedagang kecil.
  2. Mendokumentasikan resep dari orang tua atau nenek, lalu membagikannya lewat blog atau media sosial pribadi.
  3. Mencoba membuat sendiri di rumah. Banyak resep jajanan pasar sebenarnya sederhana kalau kita mau meluangkan waktu belajar.
  4. Mengenalkan ke generasi lebih muda, misalnya dengan mengajak anak atau adik ke pasar dan menjelaskan cerita di balik jajanan tersebut.

Jajanan Pasar sebagai Warisan yang Perlu Dijaga

Setiap gigitan jajanan pasar sebenarnya membawa cerita panjang tentang tradisi dan cara hidup masyarakat di masa lalu. Kue rangi yang harum, growol yang unik, atau wajik yang legit, semuanya adalah bagian dari identitas kuliner Nusantara yang tak ternilai harganya. Sayang sekali kalau semua itu hilang begitu saja karena kita lupa untuk mampir dan mencicipinya.

Jadi, lain kali kalau kamu lewat pasar tradisional dan melihat penjual jajanan yang sudah jarang ditemui, jangan ragu untuk mampir dan membelinya. Selain kamu bisa bernostalgia atau merasakan pengalaman baru, kamu juga sedang ikut menjaga agar warisan rasa ini tetap hidup untuk generasi selanjutnya. Yuk, mulai dari sekarang, jadikan jajan di pasar tradisional sebagai kebiasaan yang menyenangkan sekaligus bermakna!

#jajanan tradisional #kuliner nusantara #jajanan pasar #kuliner #warisan kuliner

Artikel Lainnya

5 Ide Bisnis Kuliner Modal Kecil Lengkap Hitung-hitungan Untung

5 Ide Bisnis Kuliner Modal Kecil Lengkap Hitung-hitungan Untung

Bingung mau mulai usaha kuliner dari mana? Ini 5 ide bisnis makanan modal kecil beserta simulasi modal dan hitungan profitnya, gampang dipraktikkan pemula.

Diet Sehat Ala Sunda: Kenyang, Enak, Tanpa Siksa Diri

Diet Sehat Ala Sunda: Kenyang, Enak, Tanpa Siksa Diri

Diet sehat bisa tetap lezat dengan memanfaatkan kearifan masakan Sunda: lalapan, sayur bening, dan lauk bakar yang kaya gizi tapi rendah minyak.

Korean Garlic Cheese Bread: Bikin Sendiri di Rumah, Gampang!

Korean Garlic Cheese Bread: Bikin Sendiri di Rumah, Gampang!

Korean garlic cheese bread yang viral itu ternyata bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana, gurih meleleh dan wangi bawang putihnya bikin nagih.