🧂 Bahan-bahan
- 100 gram starter sourdough aktif (sudah diberi makan 4-8 jam sebelumnya)
- 500 gram tepung terigu protein tinggi
- 350 ml air suhu ruang
- 10 gram garam halus
- 2 sdm tepung beras atau semolina untuk taburan
🛒 Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
👩🍳 Langkah Pembuatan
- 1 Pastikan starter sourdough dalam kondisi aktif dan mengembang maksimal (sudah mengapung jika ditest dengan dimasukkan ke air). Beri makan starter 4-8 jam sebelum digunakan.
- 2 Dalam mangkuk besar, campur air dan starter aktif, aduk rata hingga starter larut sedikit di air.
- 3 Masukkan tepung terigu ke campuran air-starter, aduk dengan tangan atau spatula hingga tidak ada lagi tepung kering, adonan akan terlihat kasar dan lengket. Tutup mangkuk dengan kain lembab, diamkan (autolyse) selama 30-60 menit.
- 4 Taburkan garam di atas adonan, lalu remas-remas dan lipat adonan dalam mangkuk hingga garam tercampur rata, sekitar 3-5 menit.
- 5 Lakukan teknik stretch and fold: basahi tangan, tarik satu sisi adonan ke atas lalu lipat ke tengah, putar mangkuk 90 derajat, ulangi 4 kali. Diamkan 30 menit.
- 6 Ulangi proses stretch and fold ini setiap 30 menit sebanyak 4-6 kali selama total 2-3 jam (ini disebut bulk fermentation). Adonan akan terasa makin kuat, halus, dan sedikit mengembang.
- 7 Setelah bulk fermentation selesai (adonan mengembang sekitar 30-50% dan ada gelembung di permukaan), tuang adonan ke meja bertabur tepung tipis. Bentuk adonan menjadi bulat (shaping) dengan menarik sisi-sisinya ke bawah hingga permukaan atas kencang dan halus.
- 8 Letakkan adonan dengan sisi sambungan menghadap atas ke dalam banneton atau mangkuk yang dilapisi kain bertabur tepung beras. Tutup dan masukkan ke kulkas untuk cold proofing selama 12-18 jam (semalaman).
- 9 Keesokan harinya, panaskan oven beserta dutch oven/panci tahan panas di dalamnya pada suhu 250°C selama 30-45 menit sebelum memanggang.
- 10 Keluarkan adonan dari kulkas, balik ke atas kertas roti sehingga sisi sambungan menghadap bawah. Sayat permukaan adonan dengan pisau tajam atau lame membentuk pola sesuai selera (scoring), ini penting agar roti mengembang rapi saat dipanggang.
- 11 Angkat dutch oven panas dari oven hati-hati, masukkan adonan beserta kertas rotinya ke dalam dutch oven, tutup rapat, lalu panggang di suhu 230°C selama 20 menit dengan tutup tertutup.
- 12 Buka tutup dutch oven, lanjutkan memanggang selama 20-25 menit lagi hingga kulit roti berwarna cokelat keemasan tua dan terdengar bunyi hollow saat bagian bawah diketuk.
- 13 Keluarkan roti dari dutch oven, letakkan di rak kawat, biarkan dingin minimal 1 jam sebelum dipotong agar tekstur bagian dalam set sempurna.
💡 Tips
• Jangan terburu-buru shaping kalau adonan belum benar-benar melalui bulk fermentation yang cukup, ciri adonan siap adalah sudah mengembang 30-50% dan terasa ringan berisi gelembung udara.
• Test starter dengan 'float test': ambil sedikit starter, masukkan ke air, jika mengapung berarti starter sudah cukup aktif untuk dipakai.
• Cold proofing semalaman di kulkas bukan cuma soal jadwal, tapi juga bikin rasa roti lebih kompleks dan asam yang lebih seimbang.
• Kalau tidak punya dutch oven, bisa gunakan loyang biasa dan taruh wadah berisi air panas di rak bawah oven untuk menciptakan uap yang bikin kulit roti crusty.
📊 Informasi Gizi
💬 Komentar (0)
Masuk dulu yuk buat komen!
Belum ada komentar. Jadi yang pertama dong! 😊