🧂 Bahan-bahan
Ubah jumlah porsi, takaran bahan & info gizi di bawah otomatis menyesuaikan.
- 250 gram (untuk kue mangkok) Tepung beras
- 50 gram (untuk kue mangkok) Tepung terigu protein sedang
- 200 gram (untuk kue mangkok) Gula pasir
- 300 ml (untuk kue mangkok) Air
- 200 ml (untuk kue mangkok, sebagai pengembang alami) Air soda tawar dingin
- 1 sdt (untuk kue mangkok) Ragi instan
- secukupnya (untuk kue mangkok) Pewarna makanan merah dan hijau
- 200 gram (untuk kue pisang) Tepung beras
- 50 gram (untuk kue pisang) Tepung sagu
- 5 buah, potong-potong Pisang kepok matang
- 500 ml (untuk kue pisang) Santan
- 150 gram (untuk kue pisang) Gula pasir
- 1/2 sdt (untuk kue pisang) Garam
- 2 lembar (untuk kue pisang) Daun pandan
- secukupnya untuk membungkus Daun pisang
- 500 gram (untuk wajik) Beras ketan putih
- 200 gram (untuk wajik) Kelapa parut agak muda
- 300 gram, sisir halus (untuk wajik) Gula merah
- 50 gram (untuk wajik) Gula pasir
- 400 ml (untuk wajik) Santan kental
- 2 lembar (untuk wajik) Daun pandan
- 1/4 sdt (untuk wajik) Garam
🛒 Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
👩🍳 Langkah Pembuatan
- 1 Kue Mangkok: Larutkan gula pasir dengan air, masak sebentar hingga gula larut lalu dinginkan hingga suam-suam kuku.
- 2 Campur tepung beras, tepung terigu, dan ragi instan dalam wadah. Tuang larutan gula sedikit demi sedikit sambil diaduk rata hingga tidak bergerindil.
- 3 Tuang air soda tawar dingin, aduk rata. Tutup adonan dengan kain bersih, diamkan selama 2-3 jam di tempat hangat hingga adonan berbusa dan mengembang.
- 4 Bagi adonan jadi 2-3 bagian, beri pewarna merah dan hijau pada masing-masing bagian, aduk rata tanpa menghilangkan busanya.
- 5 Panaskan kukusan hingga uap panas benar-benar banyak. Siapkan cetakan mangkok kecil, olesi minyak tipis, panaskan cetakan di dalam kukusan selama 5 menit.
- 6 Tuang adonan ke dalam cetakan panas hingga hampir penuh, kukus dengan api besar selama 15-20 menit tanpa membuka tutup kukusan di 10 menit pertama agar kue merekah sempurna. Angkat dan dinginkan sebelum dikeluarkan dari cetakan.
- 7 Kue Pisang: Rebus santan bersama daun pandan, gula, dan garam sambil diaduk hingga gula larut dan santan hangat. Angkat dan saring.
- 8 Campur tepung beras dan tepung sagu dalam wadah, tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin tanpa gumpalan.
- 9 Ambil selembar daun pisang, beri 2 sdm adonan, tata beberapa potong pisang di atasnya, tutup dengan 1 sdm adonan lagi. Bungkus rapi bentuk tum, semat dengan lidi di kedua ujung.
- 10 Kukus kue pisang selama 30-35 menit hingga matang dan adonan mengeras kenyal. Angkat dan dinginkan sebelum disantap.
- 11 Wajik: Cuci beras ketan, rendam selama 2 jam, tiriskan. Kukus ketan selama 20 menit hingga setengah matang.
- 12 Sambil menunggu, rebus santan kental bersama gula merah, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga gula larut dan mendidih, saring jika perlu.
- 13 Masukkan ketan setengah matang ke dalam rebusan santan gula, masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga santan meresap dan mengental, sekitar 20-25 menit.
- 14 Setelah santan hampir habis dan ketan terlihat mengkilap, kukus kembali adonan wajik selama 20 menit hingga benar-benar matang dan lengket sempurna.
- 15 Tuang wajik panas ke loyang yang sudah dialasi daun pisang, ratakan dan padatkan dengan sendok kayu atau plastik. Dinginkan, lalu potong-potong sesuai selera sebelum disajikan.
💡 Tips
• Untuk kue mangkok yang merekah sempurna, pastikan air kukusan sudah mendidih dan beruap banyak sebelum cetakan dimasukkan, dan jangan buka tutup kukusan di 10 menit pertama.
• Pemakaian air soda tawar dingin pada kue mangkok membantu proses pengembangan lebih maksimal selain dari ragi, jadi jangan diganti air biasa.
• Pilih pisang kepok yang benar-benar matang (kulit sudah menghitam sedikit) agar rasa kue pisang lebih manis alami dan legit.
• Wajik akan lebih awet dan tidak mudah basi jika dimasak hingga benar-benar kering dari santan sebelum dikukus tahap kedua.
📊 Informasi Gizi / porsi
💬 Komentar (0)
Masuk dulu yuk buat komen!
Belum ada komentar. Jadi yang pertama dong! 😊