Waffle Klasik Vanila Renyah Berongga ala Kafe
🧂 Bahan-bahan
Ubah jumlah porsi, takaran bahan & info gizi di bawah otomatis menyesuaikan.
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 50 gram gula pasir
- 2 sdt baking powder
- 1/4 sdt garam halus
- 2 butir telur ayam, pisahkan putih dan kuning
- 350 ml susu cair full cream
- 85 gram mentega tawar, lelehkan
- 1 sdt pasta vanila
- 2 sdm minyak goreng atau mentega untuk olesan cetakan
🛒 Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
👩🍳 Langkah Pembuatan
- 1 Dalam wadah besar, campur tepung terigu, gula pasir, baking powder, dan garam. Aduk rata dengan whisk hingga tidak ada gumpalan.
- 2 Di wadah terpisah, kocok kuning telur, susu cair, mentega leleh, dan pasta vanila sampai tercampur rata.
- 3 Tuang campuran basah ke dalam campuran kering sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan dengan spatula hingga adonan licin, jangan overmix agar waffle tetap empuk.
- 4 Di wadah lain, kocok putih telur dengan mixer kecepatan sedang hingga soft peak (mengembang lembut dan membentuk puncak yang sedikit menunduk), sekitar 3-4 menit.
- 5 Masukkan putih telur kocok ke dalam adonan waffle secara bertahap, aduk balik (folding) dengan spatula secara perlahan agar udara tidak keluar, ini kunci tekstur berongga.
- 6 Panaskan cetakan waffle listrik sesuai instruksi alat, biasanya sampai lampu indikator menyala atau suhu mencapai 180°C.
- 7 Olesi tipis permukaan cetakan dengan mentega atau minyak menggunakan kuas agar waffle tidak lengket.
- 8 Tuang adonan sekitar 100-120 ml (secukupnya sesuai ukuran cetakan) ke tengah cetakan, tutup, dan panggang 4-5 menit sampai uap berkurang dan waffle berwarna keemasan merata serta terasa renyah saat disentuh.
- 9 Angkat waffle dengan sumpit atau capitan kayu agar tidak merusak tekstur, letakkan di rak kawat sebentar agar uap keluar dan waffle tetap renyah, tidak lembek.
- 10 Ulangi proses memanggang untuk sisa adonan. Sajikan waffle selagi hangat dengan topping sesuai selera seperti sirup maple, buah segar, atau whipped cream.
💡 Tips
• Jangan overmix adonan setelah tepung dimasukkan, cukup aduk sampai tercampur agar waffle tidak alot.
• Pastikan putih telur dikocok sampai soft peak yang pas, terlalu kaku akan sulit dicampur rata dan bisa membuat adonan bergerindil.
• Cetakan waffle harus benar-benar panas sebelum adonan dituang agar hasil waffle renyah di luar dan tidak lengket.
• Waffle bisa disimpan di freezer dan dipanaskan kembali di toaster atau oven agar tetap renyah saat mau disantap.
📊 Informasi Gizi / porsi
💬 Komentar (0)
Masuk dulu yuk buat komen!
Belum ada komentar. Jadi yang pertama dong! 😊