🧅

Bawang Merah

Kenali bawang merah — bumbu dasar wajib masakan Indonesia. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, cara memilih, menyimpan, dan mengolahnya.

Apa Itu Bawang Merah?

Bawang merah (Allium cepa var. aggregatum) adalah salah satu bumbu paling sering dipakai di dapur Indonesia. Rasanya manis gurih dengan sedikit tajam saat mentah, dan berubah manis lembut saat dimasak. Hampir tidak ada masakan Indonesia yang lepas dari bawang merah — mulai dari bumbu tumisan sederhana sampai racikan rendang yang rumit.

Kandungan Nutrisi Bawang Merah

Per 100 gram bawang merah segar, kandungan gizinya kurang lebih:

Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan

* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini

NutrisiJumlah
Kalori~40 kkal
Karbohidrat~9 g
Serat~1.7 g
Vitamin C~8 mg
Kalium~146 mg
Senyawa antioksidanQuercetin, allicin (dalam jumlah kecil)

Manfaat Kesehatan

  • Kaya antioksidan — quercetin dalam bawang merah membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
  • Mendukung kesehatan jantung — senyawa sulfur alami membantu menjaga kadar kolesterol tetap seimbang.
  • Bersifat antibakteri ringan — sejak dulu dipakai sebagai bahan alami untuk membantu meredakan gejala flu ringan.
  • Membantu pencernaan — kandungan serat prebiotiknya baik untuk bakteri baik di usus.

Cara Menggunakan dalam Masakan

  • Bumbu halus tumisan — dihaluskan bersama bawang putih sebagai dasar hampir semua masakan berkuah dan tumisan.
  • Bawang goreng — diiris tipis lalu digoreng kering, jadi taburan wajib soto, nasi goreng, dan bubur ayam.
  • Diiris kasar — untuk sambal bawang, acar, atau lalapan mentah.
  • Utuh atau dibelah — dimasukkan ke dalam kuah kaldu atau sup untuk menambah rasa manis alami.

Cara Memilih & Menyimpan

Memilih:
  • Pilih yang kulitnya kering, mengilap, dan tidak lembap
  • Tekstur harus keras saat ditekan, hindari yang lunak atau bertunas
  • Aroma tajam khas adalah tanda bawang merah masih segar
Menyimpan:
  • Simpan di tempat kering, sejuk, dan bersirkulasi udara baik — jangan dalam kantong plastik tertutup rapat
  • Hindari menyimpan di kulkas karena kelembapan bisa membuatnya cepat busuk dan bertunas
  • Pisahkan dari kentang — gas yang dilepas kentang bisa mempercepat pembusukan bawang

Tips Praktis

  1. Rendam sebentar sebelum diiris kalau ingin mengurangi rasa pedas mentahnya untuk lalapan atau acar.
  2. Haluskan dalam jumlah banyak sekaligus, lalu bekukan dalam porsi kecil — hemat waktu memasak sehari-hari.
  3. Gunakan pisau tajam saat mengiris supaya sel bawang tidak terlalu banyak rusak — ini juga mengurangi efek pedih di mata.
  4. Untuk bawang goreng renyah, iris setipis mungkin dan goreng dengan api sedang supaya matang merata tanpa gosong.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa beda bawang merah dan bawang bombay?
Bawang merah berukuran kecil, rasanya lebih tajam dan manis saat dimasak, umum dipakai sebagai bumbu dasar masakan Indonesia. Bawang bombay berukuran besar, rasanya lebih ringan, dan lebih umum di masakan Barat — meski keduanya bisa saling menggantikan dalam beberapa resep.
Kenapa mata pedih saat memotong bawang merah?
Bawang melepaskan senyawa sulfur yang bereaksi dengan cairan mata dan menimbulkan rasa perih. Untuk menguranginya, dinginkan bawang di kulkas 15 menit sebelum diiris, atau iris dekat kipas angin/exhaust fan.
Bawang merah bertunas masih boleh dipakai?
Masih boleh selama tekstur bawangnya masih keras dan tidak busuk, tapi rasanya biasanya sudah kurang manis. Tunasnya sebaiknya dibuang karena rasanya pahit.

Mau lihat bumbu ini dipakai langsung dalam resep?

Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.

Jelajahi Resep →
Catatan: Informasi kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung varietas, cara olah, dan takaran yang digunakan.