Jahe
Kenali jahe — rimpang hangat dengan segudang manfaat kesehatan. Kandungan nutrisi, jenis-jenis jahe, dan cara menggunakannya dalam masakan.
Apa Itu Jahe?
Jahe (Zingiber officinale) adalah rimpang beraroma hangat dan sedikit pedas yang sudah dipakai turun-temurun di dapur maupun sebagai bahan jamu Nusantara. Selain menghangatkan tubuh, jahe juga jadi andalan untuk menghilangkan bau amis pada masakan berbahan daging, ikan, dan seafood.
Jenis-Jenis Jahe
- Jahe gajah (jahe badak) — ukurannya besar, rasanya tidak terlalu pedas, cocok untuk masakan sehari-hari dan wedang jahe
- Jahe emprit (jahe sunti) — ukurannya kecil tapi rasanya lebih pedas dan aromanya lebih tajam, sering dipakai untuk jamu dan bumbu masakan tertentu
- Jahe merah — warna kulitnya kemerahan, rasa paling pedas dan pahit di antara ketiganya, biasa dipakai khusus untuk jamu dan minuman kesehatan
Kandungan Nutrisi Jahe
Per 100 gram jahe segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~80 kkal |
| Karbohidrat | ~18 g |
| Serat | ~2 g |
| Kalium | ~415 mg |
| Magnesium | ~43 mg |
| Senyawa aktif | Gingerol — pemberi rasa pedas hangat dan sifat antiradang |
Manfaat Kesehatan
- Meredakan mual — salah satu manfaat jahe yang paling banyak diteliti, termasuk untuk mual perjalanan dan mual kehamilan (dengan anjuran dokter)
- Membantu pencernaan — merangsang produksi enzim pencernaan dan meredakan kembung
- Bersifat antiradang alami — gingerol membantu meredakan peradangan ringan dalam tubuh
- Menghangatkan tubuh — sering dikonsumsi sebagai wedang saat cuaca dingin atau daya tahan tubuh menurun
- Membantu meredakan nyeri otot — dipakai secara tradisional untuk pegal-pegal
Cara Menggunakan dalam Masakan
- Digeprek — cara paling umum untuk masakan berkuah seperti soto, sup, dan tumisan, memberi aroma tanpa membuat kuah keruh
- Dihaluskan — digabung dengan bumbu lain untuk marinasi daging atau ikan, membantu menghilangkan bau amis
- Diiris tipis — untuk tumisan cepat atau taburan pada masakan seperti cah kangkung
- Direbus utuh atau digeprek — untuk wedang jahe dan minuman hangat
Cara Memilih & Menyimpan
- Pilih rimpang yang keras, padat, dan kulitnya mulus tanpa keriput
- Cium aromanya — jahe segar punya bau tajam khas yang kuat
- Hindari yang lembek, berjamur, atau sudah bertunas panjang
- Simpan di tempat sejuk kering, atau di kulkas dibungkus tisu/kertas dalam kantong berlubang
- Untuk penyimpanan lebih lama, kupas lalu iris atau parut dan bekukan dalam wadah kecil
- Jahe kering (bubuk) bisa disimpan berbulan-bulan dalam wadah kedap udara
Tips Praktis
- Bakar sebentar sebelum digeprek untuk soto atau gulai — cara tradisional ini membuat aroma jahe lebih harum dan hangat.
- Kerok kulitnya dengan sendok, bukan pisau — lebih cepat dan tidak banyak membuang bagian dagingnya.
- Untuk menghilangkan bau amis ikan/daging, lumuri dengan air jahe parut selama beberapa menit sebelum dimasak.
- Simpan jahe parut sisa dalam cetakan es batu, tambahkan sedikit air, lalu bekukan — praktis untuk sekali pakai.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa beda jahe dan lengkuas?
Apakah jahe aman dikonsumsi setiap hari?
Jahe merah lebih baik dari jahe biasa?
Mau lihat bumbu ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →