🤎

Lengkuas

Kenali lengkuas (laos) — rimpang beraroma tajam yang jadi ciri khas masakan Nusantara. Manfaat, kandungan nutrisi, dan cara mengolahnya.

Apa Itu Lengkuas?

Lengkuas atau laos (Alpinia galanga) adalah rimpang beraroma tajam dan khas yang jadi ciri rasa banyak masakan Nusantara — terutama rendang, gulai, dan masakan bersantan lainnya. Berbeda dari jahe dan kunyit, lengkuas jarang dimakan langsung — perannya lebih ke pemberi aroma yang menyatu dalam kuah selama proses memasak.

Kandungan Nutrisi Lengkuas

Per 100 gram lengkuas segar:

NutrisiJumlah
Kalori~71 kkal
Karbohidrat~14 g
Serat~2.7 g
Vitamin C~10 mg
Senyawa aktifGalangin dan minyak atsiri — pemberi aroma khas dan sifat antibakteri

Manfaat Kesehatan

  • Bersifat antibakteri dan antijamur alami — dipakai turun-temurun dalam pengobatan tradisional
  • Membantu pencernaan — dipercaya membantu meredakan kembung dan masuk angin
  • Kaya antioksidan — minyak atsirinya membantu melawan radikal bebas
  • Aroma khasnya membantu menghilangkan bau amis pada masakan daging dan ikan

Cara Menggunakan dalam Masakan

  • Digeprek — cara paling umum, dimasukkan utuh ke kuah rendang, gulai, atau semur untuk melepaskan aroma tanpa membuat kuah keruh
  • Dihaluskan sedikit — untuk bumbu dasar tertentu yang butuh rasa lengkuas lebih kuat, meski jarang dihaluskan sebanyak jahe atau kunyit
  • Diiris tipis — untuk pepes dan botok, memberi aroma sekaligus alas alami saat dikukus

Cara Memilih & Menyimpan

Memilih:
  • Pilih rimpang yang keras dan padat, warna kulit krem kemerahan muda
  • Cium aromanya — lengkuas segar punya bau tajam khas yang cukup kuat, mirip jahe tapi lebih "berkayu"
  • Hindari yang berserat kasar dan kering — biasanya sudah terlalu tua dan rasanya kurang optimal
Menyimpan:
  • Simpan di tempat sejuk kering, atau di kulkas dibungkus kertas dalam kantong berlubang
  • Bisa juga diiris tipis atau digeprek lalu dibekukan untuk penyimpanan lebih lama
  • Lengkuas kering bubuk tersedia sebagai alternatif praktis meski aromanya tak sekuat yang segar

Tips Praktis

  1. Geprek sampai sedikit pecah, jangan terlalu halus — supaya aromanya keluar maksimal tapi tidak membuat kuah berserat.
  2. Masukkan lengkuas di awal memasak untuk masakan berkuah lama seperti rendang, supaya aromanya benar-benar meresap.
  3. Jangan dimakan langsung — teksturnya keras berserat dan rasanya terlalu tajam untuk dikonsumsi langsung, cukup diambil aromanya saja dari kuah.
  4. Gunakan lengkuas muda untuk aroma lebih segar dan tidak terlalu tajam bila ingin dihaluskan dalam bumbu.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa beda lengkuas dan jahe?
Meski sama-sama rimpang, aromanya berbeda jauh. Jahe rasanya pedas hangat, sedangkan lengkuas aromanya lebih tajam, khas, dan sedikit berkayu dengan rasa yang lebih getir. Keduanya sering dipakai bersamaan dalam satu masakan karena saling melengkapi, bukan saling menggantikan.
Bolehkah lengkuas dimakan langsung?
Sebaiknya tidak. Tekstur lengkuas keras dan berserat, tidak nyaman dikunyah, dan rasanya terlalu tajam. Lengkuas biasanya hanya diambil aromanya dari kuah lalu disisihkan sebelum masakan disajikan.
Lengkuas muda dan lengkuas tua, apa bedanya?
Lengkuas muda teksturnya lebih lunak dan aromanya lebih ringan, cocok untuk dihaluskan. Lengkuas tua lebih keras, berserat, dan aromanya lebih tajam — lebih cocok digeprek utuh untuk masakan berkuah yang dimasak lama.

Mau lihat bumbu ini dipakai langsung dalam resep?

Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.

Jelajahi Resep →
Catatan: Informasi kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung varietas, cara olah, dan takaran yang digunakan.