Pernah nggak sih, waktu lagi makan siang sambil scroll medsos, tiba-tiba kepikiran, "Eh, kenapa ya orang Jepang makan mi sambil diseruput kenceng-kenceng, sementara di sini malah dianggap nggak sopan?" Dunia kuliner itu memang penuh kejutan. Setiap negara, bahkan setiap daerah di Indonesia sendiri, punya kebiasaan, bahan, dan filosofi makan yang unik dan kadang bikin geleng-geleng kepala. Nah, di artikel ini kita bakal jalan-jalan santai keliling dunia lewat piring makan, mengulik fakta-fakta menarik tentang makanan yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Siap-siap, karena beberapa fakta ini bisa bikin kamu makin kagum sama betapa kayanya dunia kuliner!
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate โ kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
Bumbu dan Rempah yang Lebih Mahal dari Emas
Kalau ngomongin rempah, Indonesia sebenarnya punya sejarah panjang sebagai pusat perdagangan rempah dunia. Tapi tahukah kamu, ada rempah yang harganya bisa menyaingi harga emas per gramnya? Itulah saffron, benang sari bunga Crocus sativus yang harus dipetik manual satu per satu. Untuk menghasilkan 1 kilogram saffron, dibutuhkan sekitar 150.000 bunga! Nggak heran kalau harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah per kilogram.
Menariknya, meski saffron identik dengan masakan Timur Tengah dan India, di Indonesia rempah-rempah lokal seperti pala dari Banda dan cengkeh dari Maluku dulu juga sempat jadi rebutan bangsa Eropa, bahkan jadi alasan mereka datang jauh-jauh ke Nusantara. Jadi sebenarnya, kita juga punya "emas kuliner" sendiri yang sudah lebih dulu mendunia.
Fakta Menarik Lainnya Soal Rempah
- Vanili adalah rempah termahal kedua di dunia setelah saffron, karena proses penyerbukan bunganya harus dilakukan manual.
- Lada hitam pernah digunakan sebagai alat tukar (mata uang) di Eropa abad pertengahan.
- Kunyit di India tidak hanya untuk bumbu, tapi juga dipakai dalam upacara pernikahan sebagai simbol kesuburan.
Kebiasaan Makan yang Beda-Beda di Tiap Negara
Setiap budaya punya aturan tak tertulis soal cara makan yang baik dan sopan. Yang dianggap wajar di satu negara, bisa jadi tabu di negara lain.
- Di Jepang, menyeruput mi dengan suara kencang justru dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap masakan.
- Di beberapa negara Timur Tengah, makan menggunakan tangan kiri dianggap tidak sopan karena tangan kiri identik dengan kebersihan diri.
- Di Prancis, menyantap keju sebelum makanan penutup adalah hal yang lazim, bahkan dianggap sebagai penutup rasa yang pas.
- Di Indonesia sendiri, makan dengan tangan atau yang biasa disebut "mangan nganggo tangan" masih jadi kebiasaan di banyak daerah, terutama saat menyantap nasi liwet, pecel lele, atau ikan bakar khas Sunda. Konon rasanya memang lebih nikmat karena sentuhan tangan katanya bisa menambah selera makan!
Kalau kamu pernah makan nasi timbel di warung Sunda pinggir jalan Bandung, pasti setuju kalau makan pakai tangan itu punya sensasi tersendiri yang susah dijelaskan dengan kata-kata.
Makanan yang Ternyata Punya Sejarah Nyeleneh
Beberapa makanan populer di dunia ternyata lahir dari kejadian yang nggak disengaja atau bahkan dari kesalahan di dapur. Contohnya, keripik kentang konon pertama kali dibuat karena seorang koki kesal dengan pelanggan yang terus mengembalikan kentang gorengnya karena dianggap terlalu tebal. Sebagai bentuk "protes", si koki memotong kentang setipis mungkin lalu menggorengnya sampai renyahโdan ternyata malah disukai!
Di Indonesia, kita juga punya cerita serupa. Konon, keripik singkong dan berbagai olahan gorengan tradisional lahir dari kreativitas masyarakat agraris yang ingin mengawetkan hasil panen agar tidak cepat busuk. Dari situ, lahirlah berbagai camilan renyah yang sekarang jadi favorit banyak orang, mulai dari keripik tempe khas Malang sampai comro dan misro khas tanah Sunda.
Fakta Unik Lainnya
- Es krim ternyata sudah ada sejak zaman Dinasti Tang di Tiongkok, jauh sebelum ditemukan mesin pendingin modern.
- Kecap yang kita kenal sekarang berasal dari teknik fermentasi kedelai ala Tiongkok yang kemudian diadaptasi dan dimodifikasi oleh masyarakat Nusantara sehingga rasanya jadi lebih manis, khas Indonesia banget.
- Popcorn sudah dikonsumsi manusia sejak ribuan tahun lalu, bahkan ditemukan sisa-sisa jagung popcorn purba di Amerika Selatan.
Makanan Aneh yang Justru Jadi Kelezatan Tersendiri
Kalau dipikir-pikir, banyak makanan yang awalnya terdengar aneh, tapi ternyata rasanya luar biasa enak setelah dicoba. Durian misalnya, baunya yang menyengat bikin banyak turis asing kabur duluan sebelum sempat mencicipi. Padahal bagi pecinta durian, aroma itu justru jadi daya tarik utama yang bikin ketagihan.
Hal serupa juga berlaku untuk tempe. Di luar negeri, tempe dulunya dianggap makanan aneh karena teksturnya yang berjamur. Tapi sekarang, tempe justru naik daun sebagai salah satu superfood favorit para vegetarian dan vegan di berbagai negara karena kandungan proteinnya yang tinggi dan proses fermentasinya yang alami.
Ini membuktikan bahwa selera makan itu memang soal kebiasaan dan keterbukaan pikiran. Kadang, makanan yang kita anggap biasa saja di rumah, bisa jadi sesuatu yang istimewa di mata orang lain.
Fakta Kuliner yang Menghubungkan Dunia dan Nusantara
Menariknya, banyak fakta kuliner dunia yang ternyata punya benang merah dengan kuliner Nusantara. Misalnya, teknik fermentasi yang digunakan untuk membuat keju di Eropa punya kemiripan prinsip dengan proses pembuatan tape dan oncom di Indonesia. Sama-sama memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah tekstur dan rasa bahan makanan menjadi lebih kompleks dan kaya.
Begitu juga dengan teknik memanggang roti yang berasal dari Eropa, kini sudah beradaptasi menjadi berbagai varian roti khas Bandung yang punya cita rasa lebih manis dan cocok di lidah orang Indonesia. Ini menunjukkan bahwa dunia kuliner itu sebenarnya saling terhubung, saling mempengaruhi, dan terus berkembang mengikuti selera lokal masing-masing daerah.
Kesimpulan
Dunia kuliner memang nggak ada habisnya untuk dijelajahi. Dari bumbu semahal emas, kebiasaan makan yang unik, sampai sejarah nyeleneh di balik makanan favorit kita, semuanya membuktikan bahwa makanan bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga cerminan budaya dan kreativitas manusia. Jadi, lain kali saat menikmati semangkuk bakso atau secangkir kopi tubruk, coba deh sesekali cari tahu cerita di baliknya. Siapa tahu, kamu jadi makin menghargai setiap suapan yang kamu nikmati. Yuk, terus eksplorasi kuliner Nusantara dan dunia, siapa tahu kamu menemukan fakta unik lainnya yang bisa dibagikan ke teman-teman!


