Cotton Cheesecake Jepang, Lembut Jiggly Ringan Lumer di Mulut
🧂 Bahan-bahan
Ubah jumlah porsi, takaran bahan & info gizi di bawah otomatis menyesuaikan.
- 250 gram Cream cheese
- 100 ml Susu cair full cream
- 50 gram Butter tawar
- 6 butir Kuning telur
- 6 butir Putih telur
- 60 gram Tepung terigu protein rendah
- 20 gram Tepung maizena
- 20 gram Gula pasir untuk kuning telur
- 80 gram Gula pasir untuk putih telur
- 1 sendok teh Air jeruk lemon atau cuka apel
- 1/4 sendok teh Garam
🛒 Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
👩🍳 Langkah Pembuatan
- 1 Siapkan loyang bulat diameter 18-20 cm, alasi dasar dan sisi loyang dengan kertas roti. Bungkus bagian luar loyang dengan aluminium foil rapat-rapat agar air tidak masuk saat dipanggang dengan teknik au bain marie (water bath).
- 2 Panaskan oven dengan suhu 150 derajat Celsius, gunakan api atas bawah tanpa kipas jika memungkinkan.
- 3 Lelehkan cream cheese, susu cair, dan butter di atas panci berisi air panas (tim) sambil diaduk terus hingga tercampur rata, halus, dan tidak bergerindil. Angkat dan biarkan hangat kuku.
- 4 Masukkan kuning telur satu per satu ke campuran cream cheese sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga rata.
- 5 Ayak tepung terigu dan maizena, lalu masukkan ke adonan kuning telur sedikit demi sedikit sambil diaduk lipat hingga tidak ada gumpalan. Sisihkan.
- 6 Di wadah terpisah yang bersih dan kering, kocok putih telur dengan mixer kecepatan rendah hingga berbusa, tambahkan garam dan air jeruk lemon.
- 7 Naikkan kecepatan mixer, masukkan gula sedikit demi sedikit sambil terus dikocok hingga mencapai soft peak (kocokan lembut, ujungnya sedikit menekuk saat whisk diangkat). Jangan sampai kaku seperti meringue untuk macaron.
- 8 Ambil 1/3 bagian putih telur kocok, masukkan ke adonan kuning telur, aduk lipat perlahan hingga rata. Tuang kembali campuran ini ke sisa putih telur, aduk lipat perlahan dengan spatula dari bawah ke atas agar udara tidak banyak hilang.
- 9 Tuang adonan ke loyang yang sudah disiapkan, ratakan permukaannya, ketuk-ketuk perlahan untuk mengeluarkan gelembung udara besar.
- 10 Letakkan loyang di dalam loyang yang lebih besar, isi dengan air panas setinggi sekitar 2-3 cm (water bath). Panggang selama 60-70 menit dengan suhu 150 derajat Celsius.
- 11 Setelah 60 menit, cek kematangan dengan menusuk tusuk gigi ke tengah cake, jika keluar bersih tanpa adonan basah berarti sudah matang. Jika permukaan cepat kecokelatan, tutup dengan aluminium foil.
- 12 Matikan oven, buka pintu oven sedikit, biarkan cake berada di dalam oven selama 15 menit agar tidak kaget suhu dan turun drastis.
- 13 Keluarkan cake dari oven, lepas dari loyang setelah agak dingin, dinginkan sepenuhnya di rak kawat sebelum dipotong dan disajikan.
💡 Tips
• Pastikan wadah dan whisk untuk mengocok putih telur benar-benar bersih dan bebas minyak/lemak agar bisa mengembang maksimal.
• Jangan mengocok putih telur sampai kaku (stiff peak) karena akan membuat tekstur cake jadi kurang lembut dan mudah retak.
• Teknik water bath sangat penting untuk menjaga kelembapan cake dan mencegah permukaan retak akibat panas yang terlalu tinggi.
• Biarkan cake benar-benar dingin sebelum dipotong agar tidak hancur, dan simpan di kulkas untuk hasil potongan yang lebih rapi.
📊 Informasi Gizi / porsi
💬 Komentar (0)
Masuk dulu yuk buat komen!
Belum ada komentar. Jadi yang pertama dong! 😊