🌿

Daun Bawang

Kenali daun bawang — sayuran aromatik penyedap kaya vitamin K. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara menggunakan daun bawang dalam masakan.

Apa Itu Daun Bawang?

Daun bawang (Allium fistulosum) adalah sayuran aromatik berbentuk batang panjang berongga dengan bagian putih di pangkal dan daun hijau memanjang di ujungnya. Rasanya tajam dan sedikit pedas saat mentah, lalu berubah lebih lembut dan manis begitu dimasak. Di dapur Indonesia, daun bawang jadi salah satu sayuran aromatik paling sering dipakai, hampir selalu hadir sebagai taburan di atas soto, bakso, mie ayam, atau sup hangat lainnya.

Daun bawang berbeda dengan bawang bombay (Allium cepa) yang berbentuk bulat dan lebih tegas rasanya, serta berbeda pula dengan loncang yang sekilas mirip namun batangnya lebih kecil dan aromanya lebih ringan.

Kandungan Nutrisi Daun Bawang

Per 100 gram daun bawang segar:

Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan

* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini

NutrisiJumlah
Kalori~32 kkal
Karbohidrat~7 g
Serat~2.6 g
Vitamin K~207 mcg
Vitamin C~19 mg

Kandungan vitamin K pada daun bawang termasuk sangat tinggi, jauh melampaui kebutuhan harian hanya dari beberapa sendok makan saja.

Manfaat Kesehatan

  • Mendukung kesehatan tulang — vitamin K yang sangat tinggi berperan penting dalam proses pembekuan darah dan kepadatan tulang.
  • Menjaga daya tahan tubuh — vitamin C membantu mendukung fungsi sistem imun.
  • Mengandung senyawa allicin — sama seperti keluarga bawang lainnya, dipercaya punya sifat antibakteri alami.
  • Rendah kalori — cocok jadi tambahan aromatik tanpa membebani asupan kalori harian.

Cara Mengonsumsi Daun Bawang

  • Taburan sup, soto, atau bakso — dicincang halus dan ditaburkan di atas hidangan panas sebelum disajikan.
  • Tumisan sebagai aromatic base — bagian putihnya ditumis lebih dulu untuk mengeluarkan aroma sebelum bahan lain ditambahkan.
  • Campuran telur dadar atau martabak — irisan daun bawang memberi aroma dan warna hijau segar pada adonan.
  • Pelengkap nasi goreng — irisan daun bawang mentah ditaburkan di akhir untuk menjaga kesegaran aromanya.

Cara Memilih & Menyimpan

Memilih:
  • bagian putih harus terasa tegas dan kokoh, bukan lembek atau berlendir
  • daun hijaunya segar dan tidak layu atau menguning
  • hindari daun bawang yang berbau menyengat tidak wajar atau berlendir di permukaannya
Menyimpan:
  • bungkus dengan tisu atau kertas lalu masukkan plastik, simpan di kulkas — bisa tahan 1-2 minggu
  • alternatif lain, taruh di gelas berisi sedikit air di kulkas agar bagian akarnya tetap segar
  • daun bawang yang sudah dicincang bisa dibekukan dalam wadah kedap udara untuk stok bumbu

Tips Praktis

  1. Manfaatkan sisa akar untuk ditanam ulang — rendam pangkal akar daun bawang dalam air, dalam beberapa hari akan tumbuh tunas baru yang bisa dipanen berulang kali.
  2. Pisahkan bagian putih dan hijau — bagian putih butuh waktu masak lebih lama karena teksturnya lebih keras, sedangkan bagian hijau cukup ditambahkan di akhir masak agar tetap segar.
  3. Cincang dan bekukan dalam porsi kecil — praktis untuk stok bumbu tanpa perlu memotong setiap kali masak.
  4. Gunakan gunting dapur untuk memotong daun bawang langsung ke dalam masakan, lebih cepat dibanding memakai pisau dan talenan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa beda daun bawang dan bawang bombay atau loncang?
Bawang bombay (Allium cepa) berbentuk bulat dengan lapisan tebal dan rasa lebih tegas, biasa dipakai sebagai bahan utama tumisan. Daun bawang (Allium fistulosum) berbentuk batang panjang berongga dengan rasa lebih ringan. Loncang sekilas mirip daun bawang namun batangnya lebih kecil dan tipis, dengan aroma yang sedikit lebih ringan.
Bagian putih dan hijau daun bawang beda kegunaan?
Ya, bagian putih lebih keras dan beraroma kuat sehingga cocok ditumis lebih dulu sebagai dasar aromatik masakan. Bagian hijau lebih lembut dan cepat layu jika dimasak terlalu lama, sehingga lebih sering ditambahkan di akhir sebagai taburan segar.
Daun bawang bisa ditanam ulang dari sisa dapur?
Bisa. Cukup sisakan bagian akar dan sedikit batang putih, rendam dalam wadah berisi air di tempat yang terkena cahaya matahari, dan dalam beberapa hari akan tumbuh tunas hijau baru yang bisa dipanen berulang kali.

Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?

Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.

Jelajahi Resep →
Catatan: Informasi kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung varietas, kematangan, dan cara olah.