Pare
Kenali pare — sayuran pahit kaya manfaat untuk gula darah. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah pare supaya tidak terlalu pahit.
Apa Itu Pare?
Pare (Momordica charantia), atau dikenal juga sebagai paria, adalah sayuran berbentuk memanjang dengan permukaan kulit bertekstur bergerigi khas dan rasa pahit yang sangat kuat. Warnanya hijau tua saat masih muda dan berubah kekuningan saat mulai tua. Meski rasanya pahit, pare punya penggemar tersendiri karena karakter rasanya yang unik dan sulit tergantikan sayuran lain.
Di Indonesia, pare biasa diolah jadi tumis pare teri, pare isi, atau sekadar direbus lalu dijadikan lalapan. Selain sebagai sayuran, air rebusan atau jus pare juga dikenal luas sebagai jamu tradisional untuk membantu menjaga kadar gula darah.
Kandungan Nutrisi Pare
Per 100 gram pare segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~17 kkal |
| Karbohidrat | ~3.7 g |
| Serat | ~2.8 g |
| Vitamin C | ~84 mg |
| Folat | ~72 mcg |
Pare termasuk sayuran dengan kalori paling rendah dibanding kebanyakan sayuran lain, sekaligus sumber vitamin C yang cukup tinggi.
Manfaat Kesehatan
- Dipercaya membantu menjaga kadar gula darah — pare mengandung senyawa mirip insulin (charantin dan polypeptide-P) yang secara tradisional digunakan untuk membantu mengontrol gula darah.
- Sangat rendah kalori — cocok untuk yang sedang menjaga berat badan tanpa perlu khawatir asupan kalori berlebih.
- Mendukung daya tahan tubuh — kandungan vitamin C-nya cukup tinggi untuk sayuran hijau.
- Kaya folat — berperan penting dalam pembentukan sel baru di dalam tubuh.
Cara Mengonsumsi Pare
- Tumis pare teri — dipotong tipis, direbus sebentar, lalu ditumis bersama teri dan cabai untuk hidangan gurih pedas khas.
- Pare isi — bagian tengah dikeruk lalu diisi adonan ikan atau daging cincang sebelum dikukus atau direbus dalam kuah bening.
- Lalapan rebus — direbus sebentar lalu dimakan langsung dengan sambal sebagai pelengkap makan.
- Jus pare — diblender dengan sedikit air dan madu atau perasan jeruk untuk mengurangi rasa pahitnya.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih pare yang berwarna hijau tua segar dengan permukaan bergerigi yang masih rapat
- tekstur yang masih keras dan padat menandakan pare masih muda dan tidak terlalu pahit
- hindari pare yang mulai menguning atau lunak, karena rasanya cenderung lebih pahit dan bijinya sudah tua
- simpan pare utuh di kulkas dalam kantong atau wadah berlubang
- pare segar bisa tahan sekitar 4-5 hari di kulkas sebelum mulai layu
- pare yang sudah dipotong sebaiknya segera diolah karena cepat kehilangan kesegarannya
- Karena pare punya efek menurunkan gula darah, orang yang sedang mengonsumsi obat diabetes sebaiknya berhati-hati — kombinasi keduanya berpotensi menyebabkan gula darah turun terlalu rendah (hipoglikemia). Konsultasikan dengan dokter jika ingin mengonsumsi pare secara rutin bersama obat diabetes.
- Ibu hamil secara tradisional disarankan untuk membatasi atau menghindari konsumsi pare dalam jumlah banyak, karena sebagian senyawa di dalamnya dikhawatirkan dapat memicu kontraksi. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan terlebih dahulu.
Tips Praktis
- Buang biji dan bagian putih di dalamnya — bagian ini adalah sumber rasa pahit paling kuat pada pare.
- Gosok dengan garam sebelum dimasak — remas pare yang sudah diiris dengan garam selama beberapa menit, lalu bilas, untuk mengurangi rasa pahitnya.
- Rebus sebentar sebelum diolah lebih lanjut — cara ini juga efektif melunakkan rasa pahit sebelum ditumis atau diisi.
- Padukan dengan rasa gurih atau asam seperti teri, telur asin, atau sambal untuk menyeimbangkan rasa pahitnya.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bagaimana cara mengurangi rasa pahit pada pare?
Apakah pare aman dikonsumsi bersama obat diabetes?
Apakah ibu hamil boleh makan pare?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →