Kangkung
Kenali kangkung — sayuran hijau renyah kaya vitamin A. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara menumis kangkung supaya tetap renyah.
Apa Itu Kangkung?
Kangkung (Ipomoea aquatica) adalah sayuran berbatang panjang dan berongga dengan daun berbentuk lancip yang tumbuh subur di area berair, baik di sawah, kolam, maupun ditanam di darat. Teksturnya renyah dengan sedikit rasa manis setelah dimasak, dan kangkung jadi salah satu sayur tumis paling populer di Indonesia — mudah ditemukan di warung tegal, restoran, sampai dapur rumahan.
Tumis kangkung, terutama versi terasi dan cah kangkung ala Chinese food, adalah menu favorit yang hampir selalu ada di daftar menu rumah makan mana pun karena rasanya yang gurih dan proses memasaknya yang cepat.
Kandungan Nutrisi Kangkung
Per 100 gram kangkung segar mentah:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~19 kkal |
| Karbohidrat | ~3.1 g |
| Serat | ~2.1 g |
| Vitamin A | ~315 mcg |
| Zat Besi | ~1.7 mg |
Kangkung tergolong sangat rendah kalori namun cukup kaya vitamin A dan zat besi dibanding sayuran hijau lain, cocok jadi sayur harian.
Manfaat Kesehatan
- Mendukung kesehatan mata — vitamin A yang tinggi berperan penting menjaga fungsi penglihatan.
- Membantu mencegah anemia ringan — kandungan zat besinya mendukung pembentukan sel darah merah.
- Rendah kalori, tinggi serat — cocok untuk menjaga rasa kenyang tanpa menambah banyak asupan kalori.
- Kaya antioksidan — kandungan beta-karoten dan polifenol membantu melawan radikal bebas dalam tubuh.
Cara Mengonsumsi / Mengolah Kangkung
- Ditumis — cah kangkung dengan bawang putih dan saus tiram, atau tumis terasi khas Sunda dengan sambal.
- Direbus untuk lalapan — kangkung rebus dicocol sambal, sederhana dan tetap renyah.
- Plecing kangkung — khas Lombok, kangkung rebus disiram sambal tomat pedas dan taoge.
- Campuran mi atau bakmi — sering ditambahkan sebagai pelengkap sayur dalam semangkuk mi ayam atau bakso.
Masak kangkung dengan api besar dan waktu singkat agar batangnya tetap renyah dan warna hijaunya tidak pudar — terlalu lama memasak membuat teksturnya lembek dan nutrisinya berkurang.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih batang yang masih kokoh dan renyah saat dipatahkan, bukan lembek atau berlendir
- daun harus hijau segar tanpa bercak kuning atau layu berlebihan
- hindari kangkung dengan bau tidak segar atau batang yang sudah menghitam
- bungkus dengan tisu atau kertas koran lalu simpan di kulkas bagian sayur
- sebaiknya diolah dalam 1-2 hari karena kangkung cepat layu di suhu ruang
- jangan cuci sebelum disimpan, cukup cuci menjelang waktu memasak
Tips Praktis
- Pisahkan batang dan daun saat memotong — batang butuh waktu masak sedikit lebih lama dibanding daun yang cepat layu.
- Masak dengan api besar — teknik tumis cepat menjaga kangkung tetap renyah dan warnanya cerah.
- Cuci bersih berkali-kali — karena tumbuh di area berair, kangkung sering membawa kotoran atau pasir di sela batang.
- Jangan overcook — angkat segera setelah daun layu dan batang sedikit lunak, biasanya cukup 2-3 menit di wajan panas.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Benarkah makan kangkung bikin ngantuk?
Apakah kangkung aman untuk ibu hamil?
Kenapa kangkung sering terasa berpasir?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →