Terong
Kenali terong — sayuran ungu kaya antioksidan nasunin. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah terong supaya tidak berminyak.
Apa Itu Terong?
Terong (Solanum melongena) adalah sayuran berwarna ungu mengilap (meski ada juga varietas hijau dan putih) dengan daging berpori yang lembut dan mudah menyerap bumbu. Terong jadi bahan favorit dalam masakan Indonesia karena teksturnya yang serbaguna, cocok digoreng, dibalado, dipanggang, atau dijadikan lalapan.
Rasa terong sendiri cenderung netral dan sedikit manis, membuatnya jadi kanvas yang pas untuk menyerap rasa bumbu apa pun yang dipadukan dengannya.
Kandungan Nutrisi Terong
Per 100 gram terong segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~25 kkal |
| Karbohidrat | ~6 g |
| Serat | ~3 g |
| Vitamin C | ~2.2 mg |
| Kalium | ~229 mg |
| Nasunin (antioksidan) | Terkonsentrasi pada kulit ungu terong |
Manfaat Kesehatan
- Kaya serat — kandungan seratnya tergolong tinggi untuk sayuran, membantu melancarkan pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama.
- Mengandung nasunin — antioksidan pada kulit ungu terong ini dipercaya membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif.
- Rendah kalori — cocok jadi bagian dari menu makan yang menjaga asupan energi tetap terkendali.
- Sumber kalium — mendukung fungsi otot dan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Cara Mengolah Terong
- Digoreng tepung atau digoreng biasa — cara populer, cocok jadi pelengkap sambal terasi atau balado.
- Dibakar atau dipanggang — cara ini lebih hemat minyak dan menghasilkan rasa smoky yang khas, cocok untuk terong ungu bakar sambal matah.
- Ditumis atau dimasak balado — terong menyerap bumbu dengan baik sehingga rasanya jadi gurih pedas merata.
- Dikukus sebagai lalapan — pilihan lebih ringan dan rendah minyak dibanding digoreng.
Cara Memilih & Menyimpan
- Pilih terong yang kulitnya mengilap, halus, dan warnanya cerah merata
- Tekan ringan permukaannya — terong segar akan sedikit memantul kembali, bukan tetap penyok
- Pilih yang terasa ringan untuk ukurannya — terong yang terlalu berat cenderung banyak biji dan bertekstur keras
- Simpan di suhu ruang sejuk atau di laci sayur kulkas, jangan terlalu dingin karena bisa merusak teksturnya
- Terong sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan untuk mencegah pembusukan lebih cepat
- Gunakan dalam 3-5 hari untuk hasil terbaik karena terong cepat melunak jika disimpan terlalu lama
- Terong termasuk keluarga nightshade (Solanaceae) seperti tomat dan kentang — sebagian kecil orang dengan sensitivitas tertentu bisa merasa tidak nyaman setelah mengonsumsinya, meski ini jarang terjadi
- Daging terong cepat berubah warna kecokelatan setelah dipotong karena teroksidasi udara — rendam sebentar dalam air garam untuk mencegahnya
Tips Praktis
- Rendam potongan terong dalam air garam selama 10-15 menit sebelum dimasak untuk mengurangi rasa pahit dan mencegah terlalu banyak menyerap minyak saat digoreng.
- Masak terong dengan api sedang cenderung besar agar tidak terlalu lama kontak dengan minyak dan menyerap terlalu banyak.
- Kukus atau microwave terong sebentar sebelum ditumis jika ingin mengurangi pemakaian minyak secara signifikan.
- Potong terong tepat sebelum dimasak untuk mencegah perubahan warna kecokelatan akibat oksidasi.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Kenapa terong menyerap minyak begitu banyak saat digoreng?
Apakah terong perlu dikupas sebelum dimasak?
Bagaimana cara mencegah terong berubah warna cokelat setelah dipotong?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →