Duku
Kenali duku (langsat) — buah manis musiman khas Nusantara. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara memilih duku yang manis.
Apa Itu Duku?
Duku (Lansium domesticum) adalah buah musiman asli Asia Tenggara yang di Indonesia sering disebut juga langsat, meski sebenarnya duku dan langsat adalah dua varietas berbeda dari spesies yang sama — duku punya kulit lebih tebal dan getahnya lebih sedikit, sementara langsat kulitnya tipis dan agak lengket. Buah ini berbentuk bulat kecil menggerombol dalam satu tandan, dengan kulit cokelat kekuningan yang harus dikupas untuk mencapai daging buahnya yang bening, manis, dan sedikit asam segar.
Duku paling banyak ditemukan di daerah seperti Palembang, Jawa, dan Kalimantan, dan sering jadi buah khas yang dijajakan musiman di pinggir jalan maupun pasar tradisional. Rasanya yang manis segar dengan sedikit rasa "cring" di lidah membuatnya jadi camilan favorit banyak keluarga.
Kandungan Nutrisi Duku
Per 100 gram daging duku segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~70 kkal |
| Karbohidrat | ~17 g |
| Serat | ~2 g |
| Vitamin C | ~1-2 mg |
| Fosfor | ~30 mg |
Duku bukan buah dengan vitamin C tinggi, tapi cukup baik sebagai sumber energi cepat dari karbohidratnya.
Manfaat Kesehatan
- Sumber energi alami — kandungan karbohidratnya cukup untuk jadi camilan pengganjal saat lapar ringan.
- Membantu pencernaan — serat dalam duku membantu menjaga kelancaran buang air besar bila dikonsumsi dengan porsi wajar.
- Kulitnya secara tradisional dimanfaatkan — di beberapa daerah, kulit duku kering dibakar sebagai pengusir nyamuk alami, meski ini bukan cara konsumsi buahnya.
- Menyegarkan dan rendah lemak — cocok jadi camilan sehat tanpa menambah asupan lemak harian.
Cara Mengonsumsi Duku
- Dimakan langsung setelah dikupas — kupas kulitnya dengan kuku atau jari, lalu nikmati daging buahnya yang bening.
- Perhatikan biji di dalamnya — sebagian daging duku ada yang menggigit biji pahit, jadi sebaiknya dikeluarkan dulu sebelum ditelan.
- Campuran es buah — daging duku tanpa biji bisa jadi tambahan segar untuk es buah atau salad buah tropis.
- Camilan langsung dari tandan — cara paling umum dan praktis, cukup petik satu per satu dari tandannya.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih tandan dengan kulit buah berwarna kuning kecokelatan merata dan tidak terlalu kering
- duku manis biasanya terasa agak berat di tangan untuk ukurannya karena banyak air
- hindari yang kulitnya sudah menghitam, berair basah, atau berbau fermentasi
- simpan di suhu ruang yang sejuk jika akan dihabiskan dalam 1-2 hari
- untuk lebih tahan lama, simpan di kulkas dalam wadah terbuka
- duku segar dalam tandan biasanya tahan 3-4 hari sebelum kulitnya mulai mengering
Tips Praktis
- Kupas dengan menekan kulitnya perlahan menggunakan ibu jari — kulit duku yang matang biasanya mudah terbuka tanpa perlu pisau.
- Cicipi satu dulu sebelum membeli banyak — rasa manis-asam duku bisa cukup bervariasi antar tandan, bahkan dari pohon yang sama.
- Buang biji sebelum menelan — biji duku terasa pahit dan tidak nyaman jika tergigit.
- Pisahkan buah yang sudah lembek dari tandan segar agar tidak mempercepat pembusukan buah lain di sekitarnya.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa beda duku dan langsat?
Kenapa kadang ada duku yang terasa pahit?
Apakah biji duku berbahaya jika tertelan?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →