Daun Singkong
Kenali daun singkong — sayuran kaya protein dan zat besi. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah daun singkong yang benar dan aman.
Apa Itu Daun Singkong?
Daun singkong (Manihot esculenta) adalah dedaunan hijau dari tanaman singkong yang sama dengan penghasil umbi singkong yang biasa kamu makan. Daunnya berbentuk menjari dengan tekstur agak alot saat mentah, tapi begitu direbus matang, teksturnya jadi lembut dan cocok dipadukan dengan berbagai bumbu khas nusantara.
Daun singkong jadi sayuran andalan di banyak dapur Indonesia, terutama dalam masakan khas Padang seperti gulai daun singkong bersantan, atau diolah jadi urap dan lalapan setelah direbus. Harganya murah dan mudah didapat, menjadikannya sayuran sehari-hari yang tetap kaya gizi.
Kandungan Nutrisi Daun Singkong
Per 100 gram daun singkong (setelah direbus matang):
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~37 kkal |
| Protein | ~4.9 g |
| Serat | ~3 g |
| Vitamin A | ~350 mcg |
| Vitamin C | ~19 mg |
Dibanding sayuran hijau lain, daun singkong tergolong cukup tinggi protein — salah satu alasan sayuran ini populer sebagai sumber gizi sehari-hari.
Manfaat Kesehatan
- Sumber protein nabati — kadar proteinnya relatif tinggi dibanding kebanyakan sayuran daun hijau lain.
- Baik untuk mata — kandungan vitamin A-nya mendukung kesehatan penglihatan.
- Mendukung daya tahan tubuh — vitamin C di dalamnya turut membantu fungsi imun harian.
- Melancarkan pencernaan — serat yang cukup tinggi membantu menjaga kelancaran buang air besar.
Cara Mengonsumsi Daun Singkong
- Rebus hingga benar-benar matang — daun singkong mentah mengandung senyawa sianogenik alami (linamarin) yang bisa berubah jadi senyawa berbahaya jika tidak dimasak dengan benar. Rebus dengan air mendidih selama minimal 10-15 menit, dan buang air rebusannya, untuk memastikan senyawa ini rusak dan aman dikonsumsi.
- Gulai daun singkong — direbus lalu dimasak dengan santan dan bumbu khas Padang, jadi pelengkap rendang atau ayam pop yang legendaris.
- Urap — dicampur kelapa parut berbumbu setelah direbus matang, jadi hidangan sayur segar khas Jawa.
- Tumis atau oseng — setelah direbus, daun singkong bisa ditumis singkat dengan teri dan cabai untuk rasa gurih pedas.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih daun yang masih muda, berwarna hijau segar, dan tidak layu atau menguning
- batang daun yang mudah dipatahkan menandakan daun masih muda dan empuk saat dimasak
- hindari daun yang sudah berlubang banyak atau berbau tidak segar
- simpan daun singkong mentah di kulkas dalam kantong atau wadah berlubang, gunakan dalam 2-3 hari
- daun singkong yang sudah direbus bisa disimpan di kulkas dan tahan sekitar 1-2 hari sebelum dimasak lebih lanjut
- hindari menyimpan daun singkong mentah terlalu lama karena cepat layu dan kehilangan kesegarannya
Tips Praktis
- Rebus dengan panci terbuka agar senyawa sianida alami yang menguap bisa keluar bersama uap air, membuat daun lebih aman dikonsumsi.
- Remas atau tumbuk sebentar sebelum direbus — cara tradisional ini dipercaya membantu mempercepat pemecahan senyawa alami yang tidak diinginkan.
- Jangan gunakan air rebusan pertama untuk memasak lebih lanjut, karena senyawa yang terurai saat perebusan ikut larut di dalamnya.
- Padukan dengan santan atau kelapa parut agar rasa daun singkong yang sedikit pahit jadi lebih gurih dan seimbang.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Daun singkong harus direbus berapa lama supaya aman?
Kenapa daun singkong tidak boleh dimakan mentah?
Apakah daun singkong dan daun pepaya bisa saling menggantikan dalam masakan?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →