Kacang Polong
Kenali kacang polong — sayuran manis kaya protein nabati. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah kacang polong yang tepat.
Apa Itu Kacang Polong?
Kacang polong (Pisum sativum) adalah biji bulat kecil berwarna hijau yang tumbuh berderet rapi di dalam polongnya. Rasanya manis segar dengan tekstur sedikit renyah saat baru dipetik, dan jadi lebih lembut setelah dimasak. Di pasaran Indonesia, kacang polong paling sering dijumpai dalam bentuk beku (frozen) karena lebih praktis dan tahan lama dibanding versi segarnya.
Kacang polong jadi salah satu sayuran serbaguna di dapur — warnanya yang hijau cerah membuat berbagai masakan terlihat lebih menarik, mulai dari sup, capcay, nasi goreng, sampai isian risoles dan pastel.
Kandungan Nutrisi Kacang Polong
Per 100 gram kacang polong segar/beku:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~81 kkal |
| Karbohidrat | ~14.5 g |
| Protein | ~5.4 g |
| Serat | ~5.7 g |
| Vitamin C | ~40 mg |
Dibanding sayuran lain, kacang polong tergolong cukup tinggi protein dan serat dalam porsi yang sama.
Manfaat Kesehatan
- Sumber protein nabati — kandungan proteinnya cukup tinggi dibanding kebanyakan sayuran lain.
- Tinggi serat — membantu menjaga rasa kenyang lebih lama dan mendukung kelancaran pencernaan.
- Mendukung daya tahan tubuh — vitamin C di dalamnya berperan dalam fungsi imun harian.
- Mengandung berbagai vitamin B — mendukung proses metabolisme energi tubuh sehari-hari.
Cara Mengonsumsi Kacang Polong
- Sup kacang polong — direbus bersama wortel, kentang, dan daging ayam untuk hidangan hangat yang mengenyangkan.
- Campuran nasi goreng atau capcay — memberi warna hijau cerah dan tekstur renyah pada masakan sehari-hari.
- Isian risoles atau pastel — dicampur wortel dan kentang sebagai isian gurih pada camilan goreng khas Indonesia.
- Salad sayur — direbus sebentar lalu dicampur sayuran lain dengan saus ringan untuk hidangan segar.
Cara Memilih & Menyimpan
- untuk kacang polong segar dalam polong, pilih yang berwarna hijau cerah, polongnya masih kencang dan tidak layu
- hindari polong yang sudah menguning, keriput, atau terlalu besar karena bijinya cenderung keras dan bertepung
- untuk versi beku, pastikan kemasan tidak menggumpal besar, tanda produk sempat mencair dan dibekukan ulang
- kacang polong segar dalam polong sebaiknya disimpan di kulkas dan diolah dalam 2-3 hari
- kacang polong beku bisa disimpan di freezer hingga beberapa bulan tanpa kehilangan banyak nutrisi
- setelah dimasak, sisa kacang polong sebaiknya disimpan di kulkas dan dihabiskan dalam 2 hari
Tips Praktis
- Masak sebentar saja — kacang polong cepat matang, cukup direbus atau ditumis 2-3 menit agar warna hijaunya tetap cerah dan teksturnya tidak lembek.
- Tidak perlu dicairkan dulu — kacang polong beku bisa langsung dimasukkan ke masakan panas tanpa perlu dilelehkan terlebih dahulu.
- Rendam sebentar di air es setelah direbus jika ingin dipakai untuk salad, agar warnanya tetap hijau segar dan teksturnya renyah.
- Tambahkan di akhir masakan — masukkan kacang polong menjelang masakan matang agar tidak overcook dan tetap mempertahankan rasa manisnya.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Lebih baik kacang polong segar atau beku?
Apakah kacang polong dan kacang kapri sama?
Apakah kacang polong bisa dimakan mentah?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →