Labu Siam
Kenali labu siam — sayuran ringan rendah kalori kaya vitamin C. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah labu siam yang lezat.
Apa Itu Labu Siam?
Labu siam (Sechium edule) adalah sayuran buah berwarna hijau muda dengan bentuk bulat berlekuk khas dan permukaan sedikit berkerut. Teksturnya renyah saat mentah dan jadi lembut lumer saat dimasak lama, dengan rasa yang ringan dan cenderung netral — sifat inilah yang membuatnya mudah menyerap bumbu dan cocok dipadukan dengan berbagai masakan. Labu siam tumbuh merambat dan cukup mudah dibudidayakan di dataran tinggi maupun rendah di Indonesia.
Karena rasanya yang ringan dan harganya terjangkau, labu siam sering jadi sayuran "pengisi" dalam masakan berkuah, terutama sayur bening dan lodeh, meski kurang populer dibanding sayuran hijau lain seperti bayam atau kangkung.
Kandungan Nutrisi Labu Siam
Per 100 gram labu siam segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~19 kkal |
| Karbohidrat | ~4.5 g |
| Serat | ~1.7 g |
| Vitamin C | ~7.7 mg |
| Folat | ~93 mcg |
Labu siam termasuk sayuran paling rendah kalori di antara sayuran umbi dan buah lain, sebagian besar isinya adalah air.
Manfaat Kesehatan
- Sangat rendah kalori — cocok untuk yang sedang menjaga asupan kalori harian tanpa mengorbankan rasa kenyang.
- Kaya folat — mendukung pembentukan sel darah merah dan baik dikonsumsi ibu hamil.
- Membantu hidrasi tubuh — kandungan airnya yang tinggi membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.
- Mudah dicerna — teksturnya yang lembut setelah dimasak membuatnya ramah untuk pencernaan yang sensitif.
Cara Mengolah Labu Siam
- Sayur bening — direbus dengan bumbu sederhana seperti bawang, jahe, dan sedikit garam untuk hidangan segar dan ringan.
- Lodeh — dipotong dadu dan dimasak dengan santan bersama sayuran lain seperti kacang panjang dan terong.
- Tumis labu siam — diiris tipis lalu ditumis dengan bawang putih dan cabai untuk hidangan cepat.
- Isian sayur asem atau sup — potongan labu siam menambah tekstur lembut dalam hidangan berkuah bening.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih yang kulitnya hijau muda segar, mulus, dan terasa agak keras saat ditekan
- ukuran sedang biasanya lebih empuk dan rasanya lebih ringan dibanding yang terlalu besar
- hindari yang kulitnya sudah menguning, berkerut dalam, atau lembek
- simpan di suhu ruang sejuk jika akan dipakai dalam 2-3 hari
- untuk lebih tahan lama, simpan utuh (belum dikupas) di kulkas dalam kantong berlubang
- labu siam utuh bisa tahan hingga 1-2 minggu di kulkas berkat kulitnya yang cukup tebal
Tips Praktis
- Gunakan sarung tangan atau olesi tangan dengan minyak saat mengupas — getah labu siam bisa terasa lengket di kulit tangan.
- Buang bagian tengah yang berbiji jika sudah agak tua, karena teksturnya cenderung lebih keras dibanding daging buahnya.
- Potong seragam agar matang merata, terutama saat dimasak bersama sayuran lain yang waktu masaknya berbeda.
- Tambahkan di akhir proses masak untuk lodeh atau sup, karena labu siam cepat matang dan bisa jadi terlalu lembek jika dimasak kelamaan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Kenapa tangan terasa lengket setelah mengupas labu siam?
Apakah labu siam bisa dimakan mentah?
Kenapa labu siam terasa hambar dibanding sayuran lain?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →