Labu Kuning
Kenali labu kuning — sayuran manis kaya beta-karoten. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah labu kuning jadi kolak sampai sup.
Apa Itu Labu Kuning?
Labu kuning (Cucurbita moschata) adalah sayuran buah berkulit keras berwarna oranye kecoklatan dengan daging dalam berwarna oranye cerah, bertekstur lembut, dan rasanya manis alami saat dimasak. Di Indonesia, labu kuning sering disebut juga labu parang atau waluh, dan jadi bahan wajib dalam banyak hidangan tradisional maupun modern. Ukurannya bisa cukup besar, sehingga biasa dijual dalam bentuk potongan di pasar.
Labu kuning paling dikenal lewat kolak labu yang manis legit, tapi perannya jauh lebih luas dari itu — termasuk sebagai bahan MPASI (makanan pendamping ASI) favorit karena teksturnya yang lembut dan rasanya yang alami disukai bayi.
Kandungan Nutrisi Labu Kuning
Per 100 gram labu kuning segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~26 kkal |
| Karbohidrat | ~7 g |
| Serat | ~2 g |
| Vitamin A | ~426 mcg |
| Kalium | ~340 mg |
Kandungan vitamin A dari beta-karoten pada labu kuning termasuk sangat tinggi, itulah yang memberi warna oranye khasnya.
Manfaat Kesehatan
- Sangat baik untuk kesehatan mata — beta-karoten yang tinggi diubah tubuh menjadi vitamin A untuk mendukung fungsi penglihatan.
- Rendah kalori namun mengenyangkan — cocok jadi pilihan sayuran dalam menu diet karena kandungan seratnya.
- Mendukung kesehatan jantung — kaliumnya membantu menjaga keseimbangan tekanan darah.
- Mudah dicerna — teksturnya yang lembut setelah dimasak membuatnya jadi pilihan populer untuk MPASI bayi.
Cara Mengonsumsi Labu Kuning
- Kolak labu — direbus dengan santan, gula merah, dan sedikit daun pandan untuk hidangan manis khas Indonesia.
- Sup krim labu — dihaluskan jadi sup lembut yang creamy, cocok untuk hidangan pembuka.
- Bahan MPASI — dikukus lalu dihaluskan menjadi puree lembut untuk bayi yang baru mulai makan makanan padat.
- Dipanggang atau dijadikan isian kue — cocok untuk pie, bolu, atau camilan sehat lainnya.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih labu yang terasa berat untuk ukurannya — tanda dagingnya padat dan berair cukup
- kulit harus keras dan kokoh, bukan lembek atau penyok
- tangkai yang masih menempel kuat menandakan labu masih segar dan belum lama dipanen
- labu utuh bisa disimpan di tempat sejuk dan kering hingga berbulan-bulan
- setelah dipotong, simpan di kulkas dalam wadah tertutup dan habiskan dalam 5-7 hari
- labu yang sudah dikukus dan dihaluskan bisa dibekukan dalam porsi kecil, praktis untuk stok MPASI
Tips Praktis
- Kukus dulu sebelum mengupas — kulit labu kuning lebih mudah dilepas setelah dikukus sebentar dibanding dikupas mentah-mentah.
- Jangan buang bijinya — cuci bersih lalu panggang dengan sedikit garam untuk dijadikan camilan sehat renyah.
- Bekukan dalam porsi kecil — khusus untuk stok MPASI, bekukan puree labu dalam cetakan es batu supaya praktis diambil sesuai kebutuhan.
- Pilih varietas lokal seperti labu parang untuk kolak — teksturnya lebih pulen dan legit dibanding labu impor.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Labu kuning aman untuk MPASI bayi mulai usia berapa?
Apa beda labu kuning dan waluh atau labu parang?
Biji labu kuning boleh dimakan?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →