Kacang Panjang
Kenali kacang panjang — sayuran khas Nusantara kaya folat. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolahnya untuk tumisan dan lalapan.
Apa Itu Kacang Panjang?
Kacang panjang (Vigna unguiculata subsp. sesquipedalis) adalah sayuran polong memanjang seperti tali yang bisa mencapai panjang 30-70 cm, dengan warna hijau muda hingga hijau tua. Teksturnya renyah dengan sedikit rasa kenyal, dan biji-biji kecil di dalamnya memberi sensasi gigitan tersendiri. Sayuran ini jadi salah satu bahan paling khas dalam dapur Indonesia, terutama dalam hidangan berkuah seperti sayur asem dan lodeh.
Kacang panjang mudah tumbuh di iklim tropis dan harganya cenderung terjangkau, membuatnya jadi sayuran andalan yang hampir selalu tersedia di pasar tradisional maupun tukang sayur keliling.
Kandungan Nutrisi Kacang Panjang
Per 100 gram kacang panjang segar:
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~47 kkal |
| Karbohidrat | ~8 g |
| Serat | ~3.6 g |
| Folat | ~62 mcg |
| Vitamin A | ~865 IU |
Kandungan folatnya cukup tinggi, menjadikan kacang panjang salah satu sayuran yang baik dikonsumsi ibu hamil.
Manfaat Kesehatan
- Kaya folat — penting untuk pembentukan sel darah merah dan perkembangan janin pada ibu hamil.
- Baik untuk pencernaan — kandungan seratnya membantu melancarkan kerja usus.
- Mendukung kesehatan mata — vitamin A di dalamnya berperan menjaga fungsi penglihatan.
- Rendah kalori — cocok jadi sayuran pelengkap untuk menu makan sehari-hari yang seimbang.
Cara Mengolah Kacang Panjang
- Sayur asem — kacang panjang jadi salah satu sayuran wajib dalam sayur asem khas Sunda dan Betawi.
- Tumis kacang panjang — dipotong-potong lalu ditumis dengan bumbu sederhana, cabai, dan terasi untuk rasa gurih pedas.
- Lalapan — kacang panjang mentah atau setengah matang sering disajikan sebagai lalapan pendamping sambal.
- Urap atau gado-gado — direbus sebentar lalu dicampur bumbu kelapa parut atau saus kacang sebagai bagian dari hidangan sayur khas Indonesia.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih yang warnanya hijau segar merata, teksturnya masih lentur tapi tidak lembek
- bijinya belum terlalu menonjol dari kulitnya, tanda masih muda dan empuk
- hindari yang layu, berbintik cokelat, atau ujungnya sudah mengering
- simpan di kulkas dibungkus plastik atau kertas untuk menjaga kelembapan
- sebaiknya tidak dipotong-potong dulu sebelum disimpan agar lebih awet
- kacang panjang segar biasanya tahan 3-5 hari di kulkas
Tips Praktis
- Potong sesaat sebelum dimasak — memotong kacang panjang terlalu jauh sebelum dimasak bisa membuatnya cepat layu dan kehilangan kerenyahan.
- Jangan overcook — masak sebentar saja agar warna hijaunya tetap cerah dan teksturnya tidak lembek.
- Ikat sebelum disimpan — mengikat kacang panjang longgar dengan karet membantu menjaga bentuknya tetap rapi di kulkas.
- Pilih ukuran sedang untuk lalapan mentah — yang terlalu tua cenderung alot dan kurang nyaman dikunyah mentah-mentah.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Kacang panjang boleh dimakan mentah?
Kenapa kacang panjang cepat layu setelah dibeli?
Apa beda kacang panjang dan kacang buncis dari segi olahan?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →