🥔

Kentang

Kenali kentang — sayuran umbi sumber karbohidrat dan kalium. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah kentang paling sehat.

Apa Itu Kentang?

Kentang (Solanum tuberosum) adalah sayuran umbi yang tumbuh di dalam tanah, dengan daging berwarna putih hingga kekuningan dan tekstur yang bisa berubah dari lembut sampai renyah tergantung cara pengolahannya. Kentang jadi salah satu sumber karbohidrat paling serbaguna di dunia, dan di Indonesia sering hadir sebagai perkedel, sup, sampai keripik kentang.

Karena bisa diolah dengan berbagai cara — direbus, dikukus, digoreng, dipanggang — kentang jadi bahan andalan di banyak rumah tangga dan restoran.

Kandungan Nutrisi Kentang

Per 100 gram kentang segar (dengan kulit, belum diolah):

NutrisiJumlah
Kalori~77 kkal
Karbohidrat~17 g
Serat~2.2 g
Vitamin C~19.7 mg
Kalium~425 mg
Vitamin B6~0.3 mg

Nilai gizi ini bisa berubah cukup signifikan tergantung cara pengolahan — kentang goreng misalnya jauh lebih tinggi kalori dan lemak dibanding kentang rebus atau kukus.

Manfaat Kesehatan

  • Sumber energi utama — karbohidrat kompleks dalam kentang memberi energi yang bertahan lebih lama dibanding gula sederhana.
  • Kaya kalium — kandungan kaliumnya bahkan lebih tinggi dibanding pisang per 100 gram, mendukung fungsi otot dan tekanan darah.
  • Mengandung vitamin C — meski bukan sumber utama, kentang cukup menyumbang asupan vitamin C harian terutama jika dimasak dengan kulitnya.
  • Bebas gluten secara alami — jadi alternatif sumber karbohidrat yang aman bagi yang menghindari gluten.

Cara Mengolah Kentang

  • Direbus atau dikukus — cara paling sehat karena tidak menambah lemak, cocok untuk salad kentang atau pelengkap sup.
  • Dijadikan perkedel — kentang dihaluskan, dibumbui, dibentuk, lalu digoreng, jadi lauk favorit keluarga Indonesia.
  • Dipanggang — alternatif lebih sehat dibanding digoreng namun tetap menghasilkan tekstur renyah di luar.
  • Digoreng menjadi french fries atau keripik — populer tapi sebaiknya dikonsumsi secukupnya karena tinggi kalori dan minyak.

Cara Memilih & Menyimpan

Memilih:
  • Pilih kentang yang keras, padat, dan kulitnya mulus tanpa bercak hijau
  • Hindari kentang yang sudah bertunas, keriput, atau lembek saat ditekan
  • Pilih ukuran yang seragam jika untuk dimasak bersamaan, agar tingkat kematangannya merata
Menyimpan:
  • Simpan di tempat sejuk, gelap, dan kering — hindari terkena sinar matahari langsung yang bisa memicu tunas dan warna hijau
  • Jangan simpan di kulkas karena suhu dingin bisa mengubah pati kentang jadi gula dan memengaruhi rasa serta teksturnya saat dimasak
  • Pisahkan dari bawang bombay saat disimpan karena keduanya bisa saling mempercepat pembusukan
Hal yang Perlu Diperhatikan
  • Kentang yang bertunas atau bagian kulitnya berwarna kehijauan mengandung solanin, senyawa alami yang bisa menyebabkan rasa pahit dan tidak baik jika dikonsumsi dalam jumlah banyak
  • Jika hanya ada sedikit tunas atau bercak hijau kecil, potong dan buang bagian tersebut secara menyeluruh sebelum dimasak — sisanya umumnya masih aman diolah
  • Jika kentang sudah bertunas banyak, sangat keriput, atau rasanya pahit setelah dimasak, sebaiknya tidak dikonsumsi dan langsung dibuang

Tips Praktis

  1. Rendam potongan kentang dalam air sebelum digoreng untuk membuang kelebihan pati, hasilnya jadi lebih renyah di luar.
  2. Rebus kentang dengan kulitnya lalu kupas setelah matang — cara ini membantu mempertahankan lebih banyak nutrisi dibanding dikupas sebelum direbus.
  3. Simpan kentang di tempat gelap, misalnya dalam kantong kertas, untuk memperlambat munculnya tunas.
  4. Potong ukuran seragam saat memasak agar kematangannya merata, terutama untuk rebusan atau panggangan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Kentang bertunas atau hijau masih aman dimakan?
Tunas kecil dan sedikit bercak hijau bisa dipotong dan dibuang secara menyeluruh, sisanya umumnya masih aman diolah. Namun jika kentang sudah banyak bertunas, sangat hijau, atau terasa pahit, sebaiknya tidak dikonsumsi karena kandungan solaninnya bisa cukup tinggi dan berisiko menyebabkan gangguan pencernaan.
Apakah kulit kentang boleh dimakan?
Boleh, dan justru kulit kentang menyimpan cukup banyak serat serta sebagian nutrisinya. Pastikan kulitnya dicuci bersih dan tidak ada bagian hijau atau bertunas sebelum dimasak dan dimakan bersama dagingnya.
Kentang termasuk sayuran atau karbohidrat pengganti nasi?
Kentang secara botani adalah sayuran umbi, tapi dari segi kandungan gizi ia berperan lebih mirip sumber karbohidrat seperti nasi karena tinggi pati. Karena itu, dalam pola makan sehari-hari kentang sering dianggap sebagai pengganti nasi atau sumber karbohidrat utama, bukan sekadar sayuran pendamping.

Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?

Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.

Jelajahi Resep →
Catatan: Informasi kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung varietas, kematangan, dan cara olah.