Jamur
Kenali jamur — sumber protein nabati rendah kalori kaya vitamin D. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara mengolah berbagai jenis jamur.
Apa Itu Jamur?
Jamur konsumsi seperti jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus) adalah bahan pangan dari kelompok fungi dengan tekstur kenyal dan rasa gurih alami yang sering disebut umami. Di Indonesia, jenis jamur yang paling umum dijual di pasar dan supermarket antara lain jamur tiram (berbentuk kipas, serbaguna untuk tumisan), jamur kancing atau champignon (bulat kecil, cocok untuk sup krim atau salad), dan jamur kuping (bertekstur kenyal, sering dipakai dalam sup asam pedas atau capcay).
Berbeda dengan sayuran pada umumnya, jamur budidaya justru mengandung protein yang relatif tinggi untuk ukuran bahan nabati, sehingga sering jadi alternatif menarik dalam masakan vegetarian.
Kandungan Nutrisi Jamur
Per 100 gram jamur segar (jamur kancing/champignon sebagai acuan umum):
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~22 kkal |
| Protein | ~3.1 g |
| Serat | ~1 g |
| Kalium | ~318 mg |
| Vitamin B2 (Riboflavin) | ~0.4 mg |
Kandungan protein pada jamur termasuk cukup tinggi dibanding kebanyakan sayuran lain, meski tetap tidak setara sumber protein hewani.
Manfaat Kesehatan
- Sumber protein nabati — cukup tinggi untuk ukuran sayuran, cocok jadi tambahan menu vegetarian.
- Rendah kalori dan lemak — mengenyangkan tanpa menambah beban kalori berlebih.
- Mendukung produksi energi — kandungan vitamin B kompleks berperan dalam metabolisme energi tubuh.
- Mengandung serat beta-glukan — dipercaya membantu mendukung sistem imun dan kesehatan pencernaan.
Cara Mengonsumsi Jamur
- Ditumis — jamur tiram atau jamur kancing ditumis dengan bawang putih dan sedikit kecap untuk hidangan sederhana yang gurih.
- Sup atau cream soup jamur — jamur kancing dihaluskan atau dipotong kecil untuk sup krim yang lembut.
- Isian pangsit atau lumpia — jamur cincang sering dicampur bahan lain sebagai isian yang gurih.
- Jamur crispy — jamur tiram dilapisi tepung lalu digoreng renyah, jadi camilan populer.
Cara Memilih & Menyimpan
- pilih jamur dengan warna cerah merata, tanpa bercak gelap atau bagian yang lembek
- tekstur harus kokoh dan sedikit kenyal, bukan berlendir atau berair
- aroma harus segar dan khas jamur, hindari yang berbau asam atau tidak sedap
- jangan simpan dalam plastik tertutup rapat karena bikin lembap dan cepat busuk
- simpan dalam kantong kertas atau wadah berlubang di kulkas, biasanya tahan 3-5 hari
- sebaiknya jangan dicuci sebelum disimpan, cukup dicuci saat akan dimasak
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Beli hanya dari sumber budidaya terpercaya, seperti pasar, supermarket, atau petani jamur yang jelas asal-usulnya.
- Jangan pernah memetik atau mengonsumsi jamur liar yang ditemukan sendiri di alam tanpa keahlian identifikasi khusus — banyak jenis jamur liar beracun yang tampilannya sangat mirip dengan jamur yang aman dimakan.
- Segera masak jamur yang sudah dibeli dan hindari menyimpannya terlalu lama, karena jamur cepat mengalami pembusukan dibanding sayuran lain.
Tips Praktis
- Bersihkan dengan lap atau sikat lembut, bukan direndam air — jamur menyerap air seperti spons sehingga bisa jadi lembek dan kurang gurih saat dimasak.
- Masak dengan api cukup panas agar air yang keluar dari jamur menguap, bukan malah membuatnya seperti direbus dalam air sendiri.
- Jangan terlalu sering diaduk saat menumis — biarkan sebentar di wajan agar permukaannya sedikit kecokelatan, sehingga rasanya lebih gurih.
- Potong dengan ukuran seragam supaya matang merata dan tampilannya lebih rapi saat disajikan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Jamur boleh dicuci pakai air langsung?
Aman tidak makan jamur liar yang ditemukan sendiri?
Jamur kancing dan jamur tiram beda apa selain bentuk?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →