🌿

Seledri

Kenali seledri — sayuran aromatik rendah kalori kaya vitamin K. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, dan cara menggunakan seledri dalam masakan.

Apa Itu Seledri?

Seledri (Apium graveolens) adalah sayuran berbatang hijau dengan daun kecil bergerigi yang punya aroma khas segar dan sedikit pahit. Di Indonesia, seledri lebih sering berperan sebagai bumbu aromatik pelengkap daripada sayuran utama — kamu pasti sering melihatnya sebagai taburan hijau di atas semangkuk soto, sup, atau bakso. Batangnya yang renyah dan daunnya yang wangi jadi ciri khas yang langsung dikenali dari aromanya saja.

Meski perannya "hanya" pelengkap, seledri sebenarnya cukup bergizi dan sering dijadikan bahan utama jus atau smoothie sayur karena rasanya yang segar dan kalorinya yang sangat rendah.

Kandungan Nutrisi Seledri

Per 100 gram seledri segar:

NutrisiJumlah
Kalori~16 kkal
Karbohidrat~3 g
Serat~1.6 g
Vitamin K~29 mcg
Kalium~260 mg

Seledri termasuk sayuran dengan kalori paling rendah, sebagian besar beratnya berasal dari kandungan air.

Manfaat Kesehatan

  • Sangat rendah kalori — cocok jadi tambahan sayuran dalam menu diet tanpa menambah beban kalori berarti.
  • Mendukung kesehatan tulang — vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah dan metabolisme tulang.
  • Membantu menjaga tekanan darah — kandungan kaliumnya mendukung keseimbangan cairan dan tekanan darah.
  • Mengandung antioksidan apigenin — senyawa yang dipercaya punya sifat anti-peradangan alami.

Cara Mengonsumsi Seledri

  • Taburan sup, soto, atau bakso — cara paling umum di Indonesia, seledri cincang ditaburkan di atas hidangan berkuah panas untuk menambah aroma segar.
  • Campuran jus atau smoothie hijau — batang seledri sering jadi bahan andalan minuman sehat karena rasanya ringan dan kalorinya rendah.
  • Lalapan atau salad — batangnya bisa dimakan mentah sebagai pelengkap, meski kurang umum di masakan Indonesia sehari-hari.
  • Bahan tumisan sayur — dipotong dan ditumis bersama sayuran lain untuk menambah aroma.

Cara Memilih & Menyimpan

Memilih:
  • pilih batang yang tegak dan tidak layu, dengan warna hijau segar merata
  • daunnya harus hijau cerah, bukan yang sudah menguning atau layu
  • batang seledri segar akan patah dengan bunyi renyah saat ditekuk, bukan lentur atau lembek
Menyimpan:
  • bungkus dengan tisu atau kertas lalu masukkan plastik, simpan di laci sayur kulkas — bisa tahan 1-2 minggu
  • alternatif lain, taruh batangnya tegak dalam gelas berisi sedikit air di kulkas seperti bunga potong
  • seledri yang sudah dicincang bisa dibekukan untuk stok bumbu masak

Tips Praktis

  1. Simpan seperti bunga potong — taruh batang seledri berdiri dalam gelas berisi sedikit air di kulkas agar tetap renyah lebih lama.
  2. Cincang dan bekukan dalam ice cube tray — campur dengan sedikit air, praktis untuk stok kaldu atau tumisan kapan saja.
  3. Jangan buang daunnya — daun seledri sama bergizinya dengan batang dan bisa dipakai sebagai taburan atau campuran sup.
  4. Manfaatkan batang bagian bawah yang keras untuk kaldu atau kuah rebusan lama, karena aromanya tetap keluar meski dimasak lebih lama.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Seledri harus dimasak atau boleh dimakan mentah?
Keduanya aman. Seledri mentah cocok untuk lalapan, salad, atau jus karena teksturnya renyah dan nutrisinya lebih utuh. Seledri yang dimasak, seperti ditaburkan di sup panas, akan sedikit layu tapi aromanya lebih terasa menyatu dengan kuah.
Kenapa seledri sering jadi campuran jus diet?
Karena kalorinya sangat rendah dan kandungan airnya tinggi, seledri sering dipakai sebagai basis jus atau smoothie sehat tanpa menambah asupan kalori berlebih, sekaligus memberi rasa segar yang khas.
Apa beda seledri dan daun bawang?
Seledri (Apium graveolens) punya batang lebih tebal dan daun bergerigi dengan aroma agak pahit-segar, sedangkan daun bawang (Allium fistulosum) berbentuk pipa panjang dari keluarga bawang-bawangan dengan aroma yang lebih tajam. Keduanya sama-sama sering dipakai bersamaan sebagai taburan sup atau soto, tapi rasanya cukup berbeda.

Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?

Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.

Jelajahi Resep →
Catatan: Informasi kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan di halaman ini bersifat edukatif dan umum. Jumlah pastinya bisa berbeda tergantung varietas, kematangan, dan cara olah.