Jeruk
Kenali jeruk — buah citrus sumber vitamin C terbaik. Kandungan nutrisi, manfaat kesehatan, jenis-jenis jeruk, dan cara memilih yang manis.
Apa Itu Jeruk?
Jeruk (Citrus sinensis untuk jeruk manis, dengan banyak varietas lain dalam keluarga Citrus) adalah buah segar berkulit dengan daging yang terbagi dalam segmen-segmen berair. Rasanya berkisar dari manis segar sampai asam menyegarkan, tergantung jenisnya. Di Indonesia, jeruk jadi salah satu buah paling akrab sehari-hari — mulai dari jeruk medan, jeruk bali, sampai jeruk nipis dan jeruk limau yang dipakai sebagai pelengkap masakan.
Karena mudah didapat, tahan lama, dan praktis dikupas, jeruk sering jadi pilihan pertama saat orang ingin camilan sehat atau tambahan vitamin C harian.
Kandungan Nutrisi Jeruk
Per 100 gram jeruk segar (jeruk manis):
Produk yang Mungkin Kamu Butuhkan
* Link affiliate — kamu bisa bantu support KulinerBDG dengan belanja lewat link ini
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Kalori | ~47 kkal |
| Karbohidrat | ~12 g |
| Serat | ~2.4 g |
| Vitamin C | ~53 mg |
| Kalium | ~181 mg |
| Folat | ~30 mcg |
Satu buah jeruk ukuran sedang sudah bisa memenuhi sekitar setengah kebutuhan vitamin C harian orang dewasa.
Manfaat Kesehatan
- Menjaga daya tahan tubuh — vitamin C dosis tinggi membantu mendukung fungsi sistem imun sehari-hari.
- Baik untuk kulit — vitamin C berperan dalam produksi kolagen alami tubuh.
- Membantu penyerapan zat besi — mengonsumsi jeruk bersama makanan sumber zat besi nabati dipercaya membantu penyerapannya jadi lebih optimal.
- Sumber serat larut — pektin dalam jeruk membantu melancarkan pencernaan dan memberi rasa kenyang lebih lama.
Cara Mengonsumsi Jeruk
- Dimakan langsung — cara paling simpel dan mempertahankan seratnya secara utuh.
- Diperas jadi jus — segar diminum langsung, meski seratnya berkurang dibanding makan buahnya utuh.
- Campuran es buah atau rujak — segmen jeruk menambah rasa segar asam manis pada hidangan campuran.
- Perasan air jeruk nipis/limau — dipakai sebagai penyegar pada soto, pecel, atau minuman hangat.
Cara Memilih & Menyimpan
- Pilih jeruk yang terasa berat di tangan untuk ukurannya — tanda banyak air di dalamnya
- Kulit yang halus dan sedikit kenyal biasanya lebih segar dibanding kulit keras dan kusam
- Hindari jeruk dengan bagian lunak, memar, atau berbau asam menyengat
- Di suhu ruang, jeruk tahan sekitar 3-5 hari
- Simpan di kulkas (laci sayur) untuk memperpanjang kesegaran hingga 2-3 minggu
- Jeruk yang sudah dikupas atau dipotong sebaiknya disimpan tertutup rapat dan dikonsumsi dalam 1-2 hari
Tips Praktis
- Diamkan di suhu ruang sebelum diperas — jeruk dingin dari kulkas biasanya menghasilkan sari yang lebih sedikit dibanding yang sudah tidak terlalu dingin.
- Gulirkan jeruk di meja sambil ditekan ringan sebelum dipotong — cara ini membantu memecah kantung air di dalamnya sehingga lebih mudah diperas.
- Simpan kulit jeruk yang sudah dicuci bersih untuk diparut sebagai penambah aroma pada kue atau taburan minuman.
- Pilih jeruk lokal sesuai musim — selain lebih segar, harganya biasanya juga lebih bersahabat.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Lebih baik makan jeruk utuh atau minum jus jeruk?
Apakah bagian putih di kulit jeruk (albedo) boleh dimakan?
Kenapa jeruk kadang terasa asam meski terlihat matang?
Mau lihat bahan ini dipakai langsung dalam resep?
Jelajahi koleksi resep di KulinerBDG untuk inspirasi masakan sehari-hari.
Jelajahi Resep →